LombokPost - Kepastian mengenai rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akhirnya menemui titik terang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan seleksi penerimaan CPNS pada tahun 2026 resmi tidak dibuka dan kemungkinan besar baru akan dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Taufik Priyono, mengonfirmasi meskipun belum ada surat edaran resmi dari pusat, arahan serta pernyataan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah memastikan penundaan tersebut.
“Resmi ditunda ke tahun 2027. Surat edaran memang belum ada, tapi dari komentar Bu Menpan sudah dipastikan rekrutmen baru akan dilaksanakan pada tahun 2027,” katanya.
Baca Juga: Belanja Pegawai di Atas 30 Persen, Rekrutmen CPNS NTB Masih Belum Jelas
Keputusan penundaan ini memicu langkah taktis dari BKPSDM.
Pihaknya berencana segera berkonsultasi dengan pimpinan daerah untuk membahas nasib usulan formasi CPNS yang sebelumnya telah disiapkan untuk Kota Mataram.
“Nanti kita lapor dulu ke Pak Wali Kota dan Pak Sekda. Apakah formasi lama yang berjumlah sekitar 200 formasi itu akan disesuaikan lagi dengan jumlah pegawai yang pensiun di tahun 2027, atau seperti apa langkah teknisnya, nanti akan kita sampaikan,” jelasnya.
Penundaan rekrutmen CPNS ini juga berdampak pada tata kelola anggaran daerah.
Anggaran yang sebelumnya telah dialokasikan untuk pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini tidak akan dibiarkan mengendap.
BKPSDM berencana mengalihkan penggunaan dana tersebut untuk kegiatan prioritas pengembangan SDM ASN lainnya yang mendesak.
Langkah pengalihan anggaran ini dinilai penting agar alokasi keuangan Pemkot tetap efisien dan produktif di tengah ketidakpastian jadwal seleksi dari pemerintah pusat.
“Kalau bisa digeser, anggarannya kita geser dulu ke kegiatan lain. Karena ada agenda Pendidikan dan Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa (Diklat PBJ) dan bisa juga dimanfaatkan untuk persiapan Panitia Seleksi (Pansel). Anggarannya sekitar Rp 100 jutaan,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini mengungkapkan, pemerintah belum bisa mengumumkan jadwal resmi seleksi CPNS karena masih menghitung secara cermat kebutuhan formasi dan kemampuan fiskal negara.
“CPNS tetap menjadi program yang kami siapkan. Tapi kapannya kita belum bisa jawab karena masih harus dihitung,” kata Rini.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan