LombokPost – Pagelaran Sasaka Mataram Tosan Aji Festival 2026 kembali digelar pada 16–18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, festival yang mengangkat warisan budaya keris dan benda pusaka ini akan melibatkan sekitar 70 kelompok dari 19 kabupaten/kota, dengan rangkaian kegiatan berupa kirab pusaka, pameran, lokakarya, talkshow hingga bursa UMKM.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan, festival tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan komunitas dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya. Menurutnya, pelestarian budaya akan lebih berkelanjutan apabila tumbuh dari inisiatif masyarakat dan mendapat dukungan pemerintah.
“Festival yang baik itu adalah festival yang tumbuh dari masyarakat dan terus berkembang. Pemerintah hadir untuk merangkul, kemudian bergandengan untuk bagaimana warisan-warisan budaya, baik benda maupun tak benda, bisa kita pertahankan dan kembangkan,” kata Cahya dalam konferensi pers Sasaka Mataram Tosan Aji Festival 2026, Senin sore (12/10).
Dia menyebut, konsistensi penyelenggaraan selama enam tahun menjadi salah satu upaya menjaga eksistensi budaya tosan aji di tengah perkembangan masyarakat. Pemerintah berharap festival ini mampu menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda.
Menurut Cahya, pengenalan budaya keris kepada generasi Z menjadi hal penting agar warisan sejarah tidak hanya dikenal oleh kalangan tertentu, tetapi juga dipahami dan diapresiasi lintas generasi.
Baca Juga: Siswi MAN 1 Mataram Raih Perak, Usung Inovasi Digital untuk Tenun Sasak
“Kita perlu lebih agresif memperkenalkan kepada generasi muda tentang pentingnya warisan sejarah dan kebudayaan, salah satunya melalui keris ini,” ujarnya.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui kirab pusaka, diskusi, serta pelibatan pelajar dan mahasiswa dalam kegiatan edukasi. Cahya berharap festival ini sekaligus memperkuat posisi Kota Mataram sebagai pusat kegiatan kebudayaan dan mendukung promosi pariwisata daerah.
Dia menilai, perkembangan ekonomi dan sosial Kota Mataram perlu berjalan beriringan dengan penguatan identitas budaya. Karena itu, festival keris diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah dan tradisi lokal kepada generasi penerus.
Libatkan 70 Kelompok dari 19 Daerah
Ketua Pelaksana Sasaka Mataram Tosan Aji Festival 2026, Lalu Yopi Diansastra, mengatakan, hingga konferensi pers berlangsung, sekitar 70 kelompok telah terkonfirmasi mengikuti festival. Mereka berasal dari 19 kabupaten/kota di luar Kota Mataram, dengan beberapa daerah mengirimkan lebih dari satu kelompok.
Baca Juga: Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat NTB Berlanjut di Lombok Barat dan Lombok Tengah
Yopi menjelaskan, festival tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ajang pameran pusaka, tetapi juga sebagai ruang konservasi, edukasi, dan pengembangan aktivitas ekonomi berbasis budaya.
“Event kita itu terbagi menjadi tiga hari. Ada parade kirab pusaka, area pameran, area workshop, area bisnis atau bursa UMKM, kemudian talkshow untuk edukasi,” kata Yopi.
Dia menerangkan, area pameran akan menampilkan koleksi keris dan benda pusaka yang dapat disaksikan masyarakat. Koleksi tersebut tidak diperjualbelikan karena area pameran difokuskan sebagai ruang konservasi untuk memperkenalkan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Sementara itu, area lokakarya akan memperlihatkan proses pembuatan bilah keris, pembuatan warangka atau sarung keris, tatah logam hingga pencucian pusaka. Adapun bursa UMKM disiapkan sebagai ruang aktivitas bisnis bagi pelaku usaha tosan aji, terutama yang menawarkan produk-produk baru.
Panitia juga menyiapkan kegiatan edukasi melalui talkshow dengan melibatkan pelajar sebagai peserta. Pelibatan generasi muda turut dilakukan dalam kirab budaya agar mereka dapat mengenal tradisi secara langsung.
Baca Juga: Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat NTB Berlanjut di Lombok Barat dan Lombok Tengah
Selain peserta dari berbagai daerah di Indonesia, panitia mengundang buyer dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Namun, kehadiran mereka masih menunggu konfirmasi.
“Untuk buyer kita juga mengundang dari Malaysia, Brunei, dan Singapura. Cuma untuk kehadiran belum terkonfirmasi. Kalau pengalaman tahun lalu, dari Malaysia biasanya hadir, begitu juga dari Singapura,” ujarnya.
Dibuka dengan Kirab Pusaka
Rangkaian festival dijadwalkan dimulai pada Jumat (16/10) melalui kirab atau parade budaya yang mengangkat tradisi masyarakat Sasak. Kirab direncanakan berangkat dari kawasan De La Sirra Cafe menuju Pasar Seni Sayang-Sayang dengan jarak sekitar satu hingga satu setengah kilometer.
Kirab tersebut akan dirangkai dengan ritual nede. Setelah rangkaian kirab, festival dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang direncanakan dilakukan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.
Baca Juga: Bagi Adrien Rabiot, AC Milan Tidak Mencuri 1 Poin, tapi Kehilangan 2 Poin
Selama tiga hari penyelenggaraan, masyarakat dapat menyaksikan koleksi keris dan pusaka, mengikuti kegiatan edukasi, serta mengunjungi lokakarya dan bursa UMKM.
"Kami berharap event ini menjadi ruang pertemuan antara pelestarian tradisi, edukasi lintas generasi, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kota Mataram," pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post