LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram terus memacu dan mengejar pemenuhan target program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan salah satu program quick win atau program prioritas utama dari pemerintah pusat.
Hingga kuartal ketiga tahun ini, capaian pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat di Kota Mataram telah menembus angka 30 persen dari target nasional yang ditetapkan sebesar 46 persen dari total populasi penduduk.
“Target secara nasional itu ditetapkan sebesar 46 persen,” kata Kepala Dikes Kota Mataram Emirald Isfihan.
Baca Juga: Ampenan Tengah Melampaui Target, Intip Keseruan Kick-Off Tracing TBC CKG Pemkot Mataram
Tren pelayanan CKG di tingkat pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) hingga pustu terus menunjukkan grafik peningkatan yang sangat positif.
Dari seluruh total populasi penduduk, jadi sasaran program ini bukan hanya menyasar warga yang sedang sakit.
Jajaran Dikes merasa sangat optimis mampu memenuhi bahkan melampaui target nasional tersebut hingga akhir tahun anggaran berjalan.
“Apabila dihitung secara proporsional terhadap target akhir tahun, capaian kita saat ini sebenarnya sudah menyentuh hampir 80 persen dari persentase yang dipatok oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Baca Juga: Mohan Roliskana Maju Calon Ketua KONI NTB, Usung Visi NTB Juara dan Mendunia
Mantan Wakil Direktur RSUD Kota Mataram tersebut juga menegaskan, peningkatan mutu serta cakupan pelayanan CKG terus dimaksimalkan untuk menopang keberhasilan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan seluruh wilayah Kota Mataram.
Dalam APBD Perubahan, penekanan alokasi anggaran daerah memang akan difokuskan pada penguatan program-program krusial dan pelayanan dasar seperti halnya CKG.
Upaya ini dilakukan untuk mempertahankan kinerja pencapaian SPM yang pada tahun sebelumnya sukses menyentuh angka sempurna 100 persen.
“Masih tersedia cukup waktu hingga penutupan akhir tahun nanti, dan kami sangat optimistis target nasional tersebut dapat kita capai dengan maksimal,” jelasnya.
Hal tersebut sesuai dengan arahan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengatakan, fokus program CKG pada tahun 2026 ini tidak lagi sekadar melakukan deteksi dini atau skrining.
Melainkan memastikan masyarakat yang sakit langsung mendapatkan pengobatan secara tuntas dan gratis.
“Target utama kita tahun ini adalah tata laksana. Kita tidak hanya mendeteksi, tetapi langsung mengobati hasil pemeriksaan secara tuntas dan gratis di Puskesmas,” katanya.
Baca Juga: Usung Visi NTB Mendunia, Mohan Roliskana Siapkan Roadmap Prestasi Menuju PON 2028
Kemenkes) RI menargetkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat menjangkau 130 juta penduduk Indonesia atau sekitar 46 persen dari total populasi pada tahun 2026.
“Hingga awal Oktober 2026, realisasi program ini dilaporkan telah menembus lebih dari 105 juta peserta,” jelasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan