LombokPost – Pemerintah Kota Mataram mulai memperkuat basis data kepegawaian melalui Profiling ASN Tahun 2026. Sebanyak 320 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti pemetaan potensi dan kompetensi yang dilaksanakan pada 7–8 Oktober 2026 di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pemetaan ini memungkinkan setiap ASN dikenali berdasarkan kapasitas dan potensi yang dimiliki,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Taufik Priyono, Senin (12/10).
Kegiatan yang dikenal dengan ProASN tersebut menjadi bagian dari upaya membangun manajemen talenta ASN yang lebih objektif dan terukur. Hasil pemetaan diharapkan menjadi dasar dalam merencanakan pengembangan kompetensi, pengembangan karier, hingga penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi.
Profiling memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai kapasitas setiap aparatur. “Sehingga pengembangan kompetensi maupun penempatan pegawai dapat direncanakan secara lebih tepat,” terangnya.
Menurutnya, basis data tersebut penting untuk memperkuat penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian. Pengelolaan ASN tidak hanya mempertimbangkan masa kerja atau pengalaman jabatan, tetapi juga kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, dan persyaratan jabatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti serangkaian penilaian menggunakan sistem berbasis komputer. Aspek yang diukur meliputi kompetensi manajerial dan sosial kultural, potensi, literasi digital, serta tripatha karier.
“Hasil penilaian diharapkan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai profil setiap pegawai, termasuk kemampuan yang telah dimiliki dan aspek yang masih perlu dikembangkan,” terangnya.
Taufik menjelaskan, pemetaan tersebut menjadi salah satu instrumen mendukung penyusunan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemkot Mataram. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan pegawai sekaligus membantu organisasi menyesuaikan kapasitas aparatur dengan tuntutan pekerjaan.
Baca Juga: Sasaka Mataram Bidik Karisma Event Nusantara 2027
Pendekatan berbasis data ini dinilai penting di tengah dinamika birokrasi dan tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang. ASN tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, memahami kebutuhan masyarakat, serta bekerja secara profesional dan berintegritas.
Melalui hasil profiling, pemerintah diharapkan dapat menyusun program pengembangan kompetensi yang lebih terarah. Pegawai dengan kebutuhan pengembangan tertentu dapat memperoleh pembinaan yang sesuai, sementara organisasi memiliki informasi untuk merencanakan pengisian dan pengembangan jabatan berdasarkan kebutuhan serta potensi aparatur.
“Pengembangan aparatur diharapkan tidak semata-mata bertumpu pada masa kerja atau pengalaman jabatan, tetapi juga memperhatikan potensi dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Taufik menambahkan, penguatan manajemen talenta pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Pengelolaan pegawai yang didukung pemetaan kompetensi diharapkan membantu pemerintah menempatkan dan mengembangkan aparatur secara lebih tepat.
Pelaksanaan Profiling ASN Tahun 2026 yang diikuti 320 peserta selama dua hari tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemkot Mataram dan BKN dalam membangun tata kelola kepegawaian yang profesional. Pemkot Mataram berharap pemetaan ini menjadi salah satu fondasi penyusunan basis data manajemen talenta yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, pengembangan aparatur tidak hanya lebih terencana di tingkat organisasi. “Tetapi juga mampu mendorong terwujudnya ASN yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post