Jangkauan Trans Bening Semakin Diperluas

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:52 WIB
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram mulai memperluas layanan angkutan pelajar gratis Trans Bening ke SMPN 13 Mataram melalui uji coba yang dimulai Senin (12/10).
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram mulai memperluas layanan angkutan pelajar gratis Trans Bening ke SMPN 13 Mataram melalui uji coba yang dimulai Senin (12/10).

 

 

LombokPost – Manfaat layanan angkutan pelajar gratis Trans Bening di Kota Mataram terus diperluas. Setelah sebelumnya beroperasi di SMPN 7 Mataram, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram mulai menguji coba layanan tersebut di SMPN 13 Mataram sejak Senin (12/10).

“Perluasan ini diharapkan membantu semakin banyak siswa memperoleh akses transportasi pulang sekolah yang lebih mudah dan terarah,” kata Kepala Dishub Kota Mataram Zulkarwin, kemarin (14/10).

 

Dia mengatakan Trans Bening tidak hanya ditujukan untuk membantu mobilitas siswa. Namun juga menjadi bagian dari upaya memberdayakan angkutan umum lokal.

Pemanfaatan bemo kuning sebagai kendaraan antar-jemput pelajar diharapkan memberikan manfaat bagi siswa. Sekaligus membuka ruang bagi pengemudi angkutan umum untuk tetap berperan dalam pelayanan transportasi masyarakat.

“Selain itu, sebagai upaya pemberdayaan bagi sopir bemo kuning untuk penjemputan anak sekolah,” terangnya. 

Perluasan layanan ke SMPN 13 menjadi langkah lanjutan agar manfaat program tidak terpusat di satu sekolah. Kehadiran Trans Bening diharapkan dapat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan transportasi anak, terutama saat jam pulang sekolah. 

Di sisi lain, layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menghidupkan kembali peran angkutan umum lokal. Untuk memastikan layanan berjalan sesuai kebutuhan siswa, Dishub menyiapkan pengaturan operasional berdasarkan lokasi tempat tinggal pelajar. 

 

Baca Juga: Berlangsung 21 Bulan, Skema Multi Years 

Pembagian penumpang dan penyesuaian rute menjadi bagian penting agar pengantaran lebih tertib. Sementara kesiapan armada terus menjadi perhatian selama masa uji coba.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Kota Mataram Agus Sunandar, menjelaskan enam armada bemo kuning dikerahkan pada hari pertama uji coba di SMPN 13 Mataram. Kendaraan tersebut ditugaskan mengantar siswa pulang setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

“Dalam uji coba hari pertama, enam armada bemo kuning dikerahkan,” ujar Agus.

Dia mengatakan, pengoperasian di sekolah baru membutuhkan pengaturan yang cermat. Terutama dalam pembagian penumpang dan penyesuaian rute berdasarkan tempat tinggal siswa. 

Dishub juga melakukan koordinasi di lapangan untuk mengatur penjemputan. Memastikan pembagian penumpang, serta menjaga kelancaran perjalanan setiap armada.

Selain pengaturan rute, Dishub menerapkan mekanisme identifikasi melalui kartu khusus bagi siswa yang memenuhi kriteria program. Kartu tersebut digunakan sebagai identitas membantu petugas memverifikasi pelajar yang berhak memanfaatkan layanan Trans Bening.

Keterbatasan armada pada tahap awal turut diantisipasi melalui dukungan sementara dari armada Trans Mataram. Kolaborasi ini ditujukan untuk membantu memastikan kebutuhan pengantaran siswa tetap terlayani selama uji coba berlangsung.

Melalui uji coba tersebut, Dishub dapat mengevaluasi kebutuhan riil siswa, efektivitas pembagian rute, dan kecukupan armada untuk mendukung pelayanan. Evaluasi ini penting agar perluasan jangkauan Trans Bening berjalan seiring dengan kesiapan operasional.

“Dengan bertambahnya sekolah yang dijangkau, Trans Bening diharapkan semakin memberikan manfaat bagi pelajar dan keluarga,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Rilis
Trans Bening Mataram Angkutan pelajar gratis Dishub Kota Mataram