Trans Bening Ekspansi ke SMPN 13

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:13 WIB
Petugas Dishub Kota Mataram mengecek kartu khusus yang diberikan bagi penerima layanan Trans Bening, kemarin (14/10).
Petugas Dishub Kota Mataram mengecek kartu khusus yang diberikan bagi penerima layanan Trans Bening, kemarin (14/10).

 

 

LombokPost – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram mulai memperluas layanan angkutan pelajar gratis Trans Bening. Kali ini ke SMPN 13 Mataram, pada Senin (12/10). 

“Dalam uji coba hari pertama, enam armada bemo kuning dikerahkan,” kata Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Kota Mataram Agus Sunandar, kemarin (14/10).

Bemo ditugaskan mengantar siswa pulang. Setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

“Perluasan ini menjadi tahap baru pengembangan Trans Bening,” jelasnya. 

Setelah sebelumnya layanan tersebut beroperasi di SMPN 7 Mataram. Namun, keterbatasan armada membuat Dishub perlu menyiapkan dukungan transportasi tambahan.

“Sehingga kebutuhan mobilitas siswa di sekolah baru tersebut tetap terakomodasi,” terangnya. 

Agus menjelaskan, pengoperasian Trans Bening di SMPN 13 disiapkan dengan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal siswa. “Pengaturan tersebut menjadi dasar pembagian penumpang dan penyesuaian rute agar proses pengantaran berlangsung lebih terarah,” paparnya.

Tidak hanya menyiapkan kendaraan, Dishub melakukan koordinasi di lapangan. Mengatur penjemputan, pembagian penumpang, dan kelancaran perjalanan setiap armada. 

Baca Juga: Layanan Pemutakhiran demi Bansos Tepat Sasaran

 

“Pengaturan ini diperlukan agar pelayanan pada masa uji coba dapat berjalan sesuai kebutuhan siswa,” tekannya. 

Untuk membantu pengendalian pengguna layanan, Dishub menerapkan mekanisme identifikasi. “Kami mengeluarkan kartu khusus bagi siswa yang memenuhi kriteria program,” jelasnya. 

 Kartu tersebut digunakan sebagai identitas. Memudahkan petugas memverifikasi pelajar yang berhak menggunakan fasilitas Trans Bening.

“Keterbatasan enam armada yang dikerahkan pada hari pertama diantisipasi melalui dukungan sementara dari armada Trans Mataram,” jelasnya. 

Kolaborasi ini ditujukan menjaga agar kebutuhan pengantaran siswa tetap terlayani. Terutama tahap awal uji coba berlangsung.

Dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perluasan layanan angkutan pelajar tidak cukup hanya dengan membuka titik pelayanan baru. Kesiapan armada, pembagian rute, dan koordinasi operasional menjadi faktor penting.

“Kami berupaya menjaga kelancaran layanan, terutama ketika jumlah pengguna dan wilayah jangkauan bertambah,” ucapnya.

Sebelumnya, Trans Bening dikembangkan Dishub Kota Mataram. Memanfaatkan bemo kuning sebagai angkutan sekolah gratis. 

Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu mobilitas pelajar. Juga mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi pada jam sekolah serta menghidupkan kembali peran angkutan umum lokal.

 

Baca Juga: Dukcapil Mataram Perkuat Validasi Data untuk Dukung Ketepatan Bansos

Pada pengembangan awal di SMPN 7 Mataram, layanan tersebut melibatkan 10 armada bemo kuning. Pengoperasiannya juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memberdayakan pengemudi angkutan umum melalui layanan khusus pelajar.

Kepala Dishub Kota Mataram Zulkarwin menegaskan program tersebut memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menyediakan kendaraan gratis bagi siswa. “Selain itu, sebagai upaya pemberdayaan bagi sopir bemo kuning untuk penjemputan anak sekolah,” kata Zulkarwin.

Dengan dimulainya uji coba di SMPN 13, Dishub kini menghadapi tantangan memastikan perluasan layanan berjalan beriringan dengan kesiapan armada dan ketepatan pengaturan rute. Evaluasi pada tahap awal akan menjadi penting melihat kebutuhan riil siswa.

“Kemudian menentukan dukungan operasional yang diperlukan agar layanan dapat berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Rilis
Trans Bening Mataram Angkutan pelajar gratis Mataram Dishub Kota Mataram