LombokPost - Minat masyarakat Kota Mataram untuk mengadu nasib di luar negeri masih sangat tinggi. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram mencatat, sebanyak 760 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram telah resmi diberangkatkan ke berbagai negara tujuan hingga September 2026.
Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Kota Mataram Martha Yuli mengungkapkan bahwa pasar kerja luar negeri hingga kini masih menjadi tumpuan utama warga dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
"Penempatan PMI asal Kota Mataram hingga September masih cukup tinggi. Bekerja ke luar negeri menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh kesempatan kerja dan memperbaiki kondisi ekonomi," ujar Martha.
Berdasarkan data Disnaker, mayoritas PMI asal Mataram didominasi oleh laki-laki sebanyak 571 orang (75,1%), sementara PMI perempuan tercatat sebanyak 189 orang (24,9%).
Baca Juga: Kawal Penanganan PMI Terkendala di Myanmar, Pemkot Mataram Santuni Keluarga Yanuar
Dalam hal negara tujuan, Malaysia memimpin jauh di posisi teratas dengan menyerap 482 PMI (63,4%). Negara tujuan berikutnya adalah:
Arab Saudi: 65 orang
Taiwan: 56 orang
Singapura: 45 orang
Jepang: 22 orang
Dari segi sektor pekerjaan, bidang perkebunan (plantation worker) menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak yakni 402 orang (52,9%). Sektor lainnya mencakup pekerja rumah tangga (domestic worker) sebanyak 45 orang serta pengasuh bayi dan lansia (caregiver) sebanyak 43 orang.
Melihat masih dominannya PMI di sektor informal berketerampilan dasar, Disnaker menekankan pentingnya peningkatan kompetensi. "Peluang kerja di luar negeri cukup beragam, tetapi penempatannya masih didominasi sektor tertentu. Peningkatan kompetensi perlu menjadi perhatian agar calon PMI bisa mengakses kesempatan kerja yang lebih luas sesuai kebutuhan pasar," tegas Martha.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Liputan