Kolaborasi Vokasi dan Tren Self Photo Studio ala Siswa SMKN 1 Mataram

Chia • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 21:36 WIB
Sejumlah siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Mataram berpose ceria di depan kamera saat mempraktikkan langsung operasional unit usaha photobooth dan self photo studio sekolah.
Sejumlah siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Mataram berpose ceria di depan kamera saat mempraktikkan langsung operasional unit usaha photobooth dan self photo studio sekolah.

 

Di tengah menjamurnya tren modern self photo studio dan photobooth estetik di berbagai sudut Kota Mataram, kreativitas anak-anak muda lokal menemukan jalannya. Berawal dari aktivitas ekstrakurikuler hingga merambah ke ruang komersial profesional, para siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Mataram sukses menyulap hobi jepret-menjepret gambar menjadi laboratorium wirausaha yang menjanjikan.

SANCHIA VANEKA, Mataram

Hiruk-pikuk tren foto instan atau yang populer disebut photo booth, photo box, dan self photo studio kini tengah digandrungi masyarakat perkotaan, termasuk di Kota Mataram. Fenomena ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai gaya hidup atau sarana rekreasi visual semata, melainkan juga ditangkap sebagai peluang emas dunia pendidikan vokasi. 

Di tangan para siswa berbakat SMKN 1 Mataram, tren kekinian tersebut diolah menjadi wadah menempa kemandirian serta jiwa kewirausahaan sejak dini.

Muhammad Habiburrahman, Ketua Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual (Kajur DKV) SMKN 1 Mataram, mengungkapkan bahwa geliat photobooth di lingkungan sekolahnya bermula dari kegiatan internal organisasi siswa intra sekolah (OSIS). 

Baca Juga: SMKN 4 Mataram Siapkan LSP P1, Sertifikasi Kompetensi Siswa Diperkuat

“Awal mula photobooth ini sebenarnya berawal dari acara OSIS. Kebetulan ada beberapa anggota OSIS yang memang tertarik di dunia fotografi dan melihat peluang itu,” kata Habiburrahman saat ditemui di ruangannya, kemarin (16/10). 

Namun, setelah kepengurusan OSIS tersebut lulus, kegiatan photobooth sempat mengalami fase vakum. Melihat potensi besar yang terpendam, pihak jurusan DKV tidak tinggal diam. Program tersebut akhirnya dilimpahkan dan diintegrasikan langsung ke dalam ekosistem pembelajaran jurusan DKV. Dari sinilah babak baru dimulai, pihak sekolah memberikan dukungan penuh berupa fasilitasi perangkat kamera, mesin cetak printer berkualitas tinggi, hingga modal awal untuk memutar roda operasional.

"Kami memfasilitasi itu dan memberikan modal kepada anak-anak untuk dia putar lagi. Mulai dari membeli kertas foto hingga aksesori pendukung, semuanya dikelola secara mandiri oleh mereka," jelasnya.

Dalam praktiknya, layanan photobooth buatan siswa DKV SMKN 1 Mataram ini kerap hadir memeriahkan berbagai acara sekolah, mulai dari perhelatan ulang tahun sekolah hingga bazar kreatif. Tidak hanya terbatas di dalam lingkungan kampus sekolah, ekspansi layanan mereka bahkan telah menembus berbagai event luar sekolah. Tentu saja, setiap langkah ekspansi keluar selalu melalui prosedur perizinan yang ketat kepada pihak kepala sekolah, wakil kepala bidang sarana prasarana, hingga ketua jurusan.

"Sejauh ini respon dari pimpinan sangat positif, mengizinkan kami untuk mengeksplorasi dunia luar bersama anak-anak DKV," tambahnya.

Dari sisi keilmuan, tren ini sangat selaras dengan kurikulum Jurusan Desain Komunikasi Visual. Siswa kelas X, XI, dan XII dibekali dasar-dasar fotografi akademis yang kemudian diaplikasikan secara langsung ke dalam unit usaha photobooth. Mulai dari merancang konsep desain visual, mengoperasikan peralatan fotografi secara profesional, hingga strategi promosi melalui mulut ke mulut maupun pemanfaatan media sosial sekolah.

Baca Juga: SMKPPN Mataram dan SMKN 1 Tarano Kolaborasi Perkuat Vokasi Agribisnis NTB

Suara senada dan pengalaman langsung di lapangan turut dibagikan oleh Saffana Zafira, siswi kelas XII DKV 1 SMKN 1 Mataram yang telah aktif mengikuti kegiatan photobooth sejak duduk di bangku kelas X. Bagi Safana, keterlibatannya dalam unit usaha ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang pengelolaan keuangan, pengoperasian kamera secara profesional, hingga cara berkomunikasi langsung dengan pelanggan.

"Pengalaman saya selama mengikuti photobooth ini, saya dapat belajar bagaimana cara mengelola uang dan cara memakai kamera dengan lebih baik,” ungkapnya.

Safana menuturkan, selain meramaikan acara di lingkungan sekolah, layanan photobooth mereka juga kerap diundang untuk mengisi berbagai event di luar sekolah atas permintaan panitia penyelenggara. Meskipun dihadapkan pada tantangan mobilitas perangkat yang harus dipindahkan ke berbagai tempat, ia merasa bersyukur karena urusan logistik telah didukung oleh sistem langganan yang solid bersama rekan-rekan seangkatannya.

Aspek bisnis yang dibangun pun tergolong sangat kompetitif dan ramah di kantong pelajar. Jika tarif photobooth di kafe-kafe komersial umumnya mematok harga sekitar Rp 25.000, maka unit usaha kreatif SMKN 1 Mataram menawarkan harga khusus berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per sesi. Saffana merinci, dengan tarif tersebut, konsumen sudah bisa mendapatkan variasi cetakan foto menarik.

"Sekali foto itu Rp 15.000. Ukurannya macam-macam, ada yang panjang dan ada yang persegi panjang besar. Kalau untuk ukuran yang panjang dan kecil, konsumen bahkan bisa mendapatkan dua sekaligus dalam satu cetakan," jelasnya.

Menanggapi pesatnya perkembangan teknologi saat ini, Safana dan rekan-rekan seangkatannya selalu aktif mencari inspirasi visual melalui platform digital seperti TikTok maupun dari estetika studio foto komersial di mal-mal Kota Mataram. Mereka senantiasa berdiskusi untuk memperbarui tata pencahayaan (lighting), latar belakang (background), hingga aksesori properti agar selalu relevan dengan selera zaman.

“Iya, sering kita lihat kan banyak di cafe, itu yang buat kita jadi refrensi,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Habiburrahman dan Saffana sama-sama menegaskan, inisiatif ini secara nyata mampu menumbuhkan jiwa wirausaha, kemandirian, serta keberanian mental bagi para siswa. Seluruh hasil keuntungan dari operasional photobooth diputar kembali secara mandiri untuk perawatan alat cetak, pembelian aksesori tambahan, serta pengadaan stok kertas foto.

Perjalanan unit usaha kreatif ini telah dirintis sejak dua hingga tiga tahun terakhir, berawal dari konsentrasi multimedia yang kini bertransformasi matang ke DKV. Jangkauan pasar mereka pun kian meluas, merambah kerja sama profesional dengan pihak swasta hingga instansi pemerintahan di Kota Mataram, seperti kolaborasi sukses di lingkungan kantor Wali Kota.

Melalui kerja keras dan ketekunan tersebut, banyak alumni siswa yang kini benar-benar menekuni dunia fotografi profesional sebagai desainer grafis maupun fotografer handal. Harapan besar disematkan agar DKV SMKN 1 Mataram terus berjaya, memperluas jejaring kolaborasi lintas instansi, serta konsisten mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, dan berjiwa entrepreneur sejati.

 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan
DKD Lombok Utara PHOTO BOKS SELF PHOTO STUDIO Mataram smkn 1 mataram