LombokPost - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Kota Mataram memberikan tanggapan terkait keluhan masyarakat yang menilai fasilitas area parkir di rumah sakit tersebut masih sempit dan belum memadai untuk menampung volume kendaraan pasien maupun pengunjung yang datang setiap harinya.
“Ada (tempat parkirnya), siapa bilang tidak ada?” kata Direktur Utama RSUD Kota Mataram Eka Nurhayati.
Eka secara terbuka mengakui, kapasitas kantong parkir yang tersedia saat ini kerap mengalami kepadatan luar biasa. Terutama pada jam-jam sibuk kunjungan pagi hari. Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan harian pasien yang menembus angka lebih dari seribu orang berdampak langsung terhadap lonjakan kendaraan roda dua maupun roda empat di lingkungan rumah sakit.
“Sehingga kantong parkir yang tersedia sering kali penuh dan membuat pengendara harus menunggu di luar area,” katanya.
Baca Juga: Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Paparkan Desentralisasi Layanan Fertilitas di FRES 2026
Meski demikian, Eka menegaskan, pihak manajemen rumah sakit tidak tinggal diam dan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif serta perencanaan matang. Untuk mengatasi persoalan keterbatasan lahan tersebut. Ia menjelaskan, salah satu kendala krusial dalam upaya perluasan area parkir di sisi belakang adalah status kepemilikan lahan di tengah-tengah kawasan rumah sakit yang hingga kini belum bersedia dilepas oleh pemiliknya.
“Kendala utama kita ada pada bidang tanah di tengah-tengah yang belum mau dijual oleh pemiliknya. Akibatnya, akses jalan tembus menuju ke bagian belakang menjadi sangat terbatas dan hanya dapat dilalui melalui celah selasar instalasi pelayanan saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan, penataan sirkulasi kendaraan di dalam kawasan rumah sakit harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu kelancaran arus keluar-masuk kendaraan darurat seperti ambulans. Pihaknya tidak bisa serta-merta membuka akses sembarangan tanpa kajian tata ruang yang matang untuk menjaga ketertiban umum di lingkungan fasilitas kesehatan publik tersebut.
“Sudah kita siapkan parkir tambahan berapa motor, saya rasa sudah cukup itu,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada tantangan pembebasan lahan, pihak manajemen tetap berkomitmen menghadirkan solusi jangka panjang. Ke depan, RSUD H. Moh. Ruslan telah merancang pembangunan gedung parkir vertikal bertingkat yang nantinya akan diintegrasikan langsung dengan rencana pembangunan gedung pelayanan enam lantai di bagian belakang kawasan rumah sakit.
“Nanti setelah gedung enam lantai itu terbangun dan terealisasi, baru kita bisa mengintegrasikan sistem parkir di depannya secara lebih tertata. Saat ini kita masih berproses dan mematangkan tahapan perencanaan anggarannya,” pungkasnya.
Saat ditanya mengenai usulan anggaran mengenai parkir, Eka enggan menjawab.
“Jangan lah dulu,” singkatnya.
Keluhan mengenai sempitnya fasilitas parkir di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram turut dirasakan oleh warga yang mengantar keluarganya berobat. Seperti diungkapkan oleh Ahmad yang terpaksa pulang ke rumah lantaran tidak kebagian tempat parkir saat mengantar orang tuanya kontrol pada Selasa pagi kemarin. Yang diakuinya lahan parkirnya tidak cukup menampung kendaraan yang datang.
“Waktu mengantar orang tua kontrol ke rumah sakit hari Selasa pagi kemarin, kondisinya benar-benar padat. Saya lebih memilih balik kanan dan menunggu orang tua di rumah saja karena kebetulan jarak rumah tidak begitu jauh dari RSUD," keluhnya.
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan