LombokPost – Pelaksanaan Program Aksi Bergizi di Kota Mataram belum menjangkau seluruh sekolah secara rutin. Dari total 140 sekolah dan madrasah jenjang SLTP hingga SLTA sederajat, baru 85 sekolah yang tercatat konsisten menjalankan program tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) Kota Mataram. Penguatan pelaksanaan Aksi Bergizi kembali dilakukan untuk memastikan upaya pencegahan anemia pada remaja putri dan stunting berjalan secara berkelanjutan.
Ketua TP UKS Kota Mataram Amir Wisuda mengatakan, Aksi Bergizi merupakan investasi strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat. Karena itu, pelaksanaannya perlu diperkuat melalui keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga satuan pendidikan.
“Gerakan Nasional Aksi Bergizi merupakan investasi strategis Kota Mataram untuk memutus mata rantai stunting dan mencegah anemia pada remaja putri,” ujarnya dalam kegiatan Kampanye Aksi Bergizi Kota Mataram 2026 di SMP Negeri 12 Mataram.
Amir memaparkan, persoalan anemia pada remaja putri masih perlu mendapatkan perhatian serius. Dalam pemaparannya, angka anemia dilaporkan mencapai 58 persen pada siswi SLTA sederajat dan 40,7 persen pada siswi SLTP sederajat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting untuk memperkuat pelaksanaan program, terutama melalui pembiasaan pola hidup sehat dan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.
Jadwal Sekolah Jadi Tantangan
Amir menjelaskan, penguatan Aksi Bergizi secara formal telah dilakukan sejak 2024 melalui surat edaran Wali Kota Mataram. Namun, penerapan sistem lima hari sekolah membuat jadwal pelaksanaan yang sebelumnya dikaitkan dengan kegiatan Sabtu Berbudaya perlu disesuaikan.
Perubahan tersebut dinilai memengaruhi efektivitas pelaksanaan program. Karena itu, pemerintah kota kembali mendorong pelaksanaan Aksi Bergizi pada hari sekolah, dengan kemungkinan mengintegrasikannya bersama kegiatan Imtak pada Jumat sesuai jadwal masing-masing sekolah.
“Sehingga pada kesempatan kali ini kita perlu menguatkan kembali kegiatan kampanye Aksi Bergizi ini supaya menjadi lebih teratur, lebih efektif dan efisien ke depannya,” katanya.
Baca Juga: Dari Mandalika ke PON 2028: Menagih Dividen Olahraga NTB
Penguatan tersebut juga diarahkan untuk memastikan program tidak berhenti pada kegiatan kampanye, tetapi menjadi rutinitas yang terpantau di sekolah.
Amir menyebutkan, pelaksanaan Aksi Bergizi membutuhkan komitmen lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, puskesmas, sekolah, madrasah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Enam Sekolah Jadi Lokasi Kampanye
Kampanye Aksi Bergizi 2026 tidak hanya dipusatkan di SMP Negeri 12 Mataram. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di lima sekolah lain yang tersebar di lima kecamatan.
Kelima sekolah tersebut adalah SMP Negeri 4 Mataram di Kecamatan Cakranegara, SMP Negeri 8 Mataram di Kecamatan Selaparang, SMP Negeri 16 Mataram di Kecamatan Mataram, SMP Negeri 21 Mataram di Kecamatan Sekarbela, serta SMP Negeri 3 Mataram di Kecamatan Ampenan.
Rangkaian kegiatan meliputi aktivitas fisik melalui senam bersama, cuci tangan pakai sabun, sarapan sehat, serta edukasi dan konsumsi tablet tambah darah secara serentak bagi remaja putri.
Melalui penguatan program ini, TP UKS berharap sekolah dapat menjalankan Aksi Bergizi secara rutin, dengan dukungan lintas sektor dan pengawasan yang berkelanjutan.
Meski demikian, masih adanya 55 sekolah yang belum tercatat rutin melaksanakan program menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memperluas pelaksanaan Aksi Bergizi ke seluruh satuan pendidikan sasaran.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post