Sembunyikan Eksploitasi di Balik Belas Kasihan

Chia • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB
ilustrasi
ilustrasi

LombokPost - Indikasi eksploitasi anak kian marak di sejumlah ruang publik dan pusat perbelanjaan di Kota Mataram. Anak-anak di bawah umur kerap terlihat menjajakan tisu, jajanan, hingga mengamen demi meraup keuntungan pihak tertentu, memicu atensi serius dari instansi terkait.

“Yang jelas-jelasnya kena tindak ini yang mengeksploitasi anak itu,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Muzakkir Walad. 

Muzakkir mengatakan, pihaknya bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mengeksploitasi anak-anak untuk kepentingan komersial di jalanan. Menurutnya, penertiban tidak hanya menyasar anak-anak yang terjaring di lapangan, tetapi juga membongkar modus operandi di balik aksi tersebut.

“Daerah seperti Karang Jangkong dan Cemara itu banyak. Kemarin kita kumpulkan mereka-mereka yang melibatkan anak-anak, mengeksploitasi anak-anak jualan tisu dan segala macam, atau sengaja menggendong anak yang masih di bawah umur, balita, dengan dalih butuh belas kasihan,” jelasnya.

Baca Juga: Angka Kemiskinan Turun, Tapi Pengemis Muncul di Jalan? DPRD Pertanyakan Data

Muzakkir mengungkapkan, dari hasil penelusuran dan koordinasi bersama Satpol PP, ditemukan adanya kawasan tertentu di tengah kota, seperti kawasan Monjok Barat yang dijadikan tempat penampungan bagi kelompok tertentu. Di lokasi tersebut, terdapat lahan kosong yang sengaja dikondisikan untuk menampung para pengemis dan anak-anak jalanan yang dikoordinir oleh pihak tertentu.

“Itu ada lahan kosong yang memang untuk menampung mereka. Bahkan bagi mereka yang anjal atau gepeng baru-baru bergelut, itu support oleh oknum tertentu untuk memberikan contoh kepada pengguna jalan atau masyarakat yang lewat," tambahnya.

Dinsos mencatat jumlah warga di kawasan binaan tersebut mencapai lebih dari 10 orang. Pihaknya kini tengah mengintensifkan penertiban serta pendataan mendalam guna memastikan para koordinator atau pelaku di balik layar dapat segera ditertibkan secara hukum.

“Mereka dibuatkan bedengan-bedengan, untuk tempat tinggal,” jelasnya. 

Baca Juga: Debit Air Menyusut, 125 Hektare Sawah di Mataram Mundur Tanam 

Terpisah, Lurah Monjok Barat Budiawan mengatakan, dirinya belum mengetahui informasi tersebut. Dikarenakan dirinya baru menjabat di wilayah tersebut. 

“Baru serah terima jabatan ini, nanti kita turun cek,” singkatnya. (chi) 

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan
pengemis jalanan Eksploitasi Anak Pemkot Mataram Dinsos Mataram Mataram