LombokPost — Keterbatasan sarana pendukung pengelolaan sampah di tingkat lingkungan kembali menjadi sorotan serius dewan. Hal ini mencuat setelah ditemukannya seorang pengangkut sampah lingkungan di Lingkungan Tembeloq, Kelurahan Mandalika, terpaksa mengangkut tumpukan kantong sampah menggunakan sepeda motor roda dua pribadi.
“Petugas ini sangat kreatif dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya meski di tengah keterbatasan sarana,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd. Rachman, Minggu (1/11).
Meski mengapresiasi dedikasi luar biasa sang petugas Rachman menegaskan situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemandangan petugas yang harus memuat beban sampah berlebih di atas sepeda motor bebek pribadi sangat berisiko bagi keselamatan berkendara.
“Tidak efektif juga dari sisi pengangkutan,” katanya.
Ia menilai, dedikasi individu di lapangan seharusnya diimbangi kesiapan sarana dan prasarana yang memadai. Baik dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun alokasi anggaran kelurahan.
Fenomena di Tembeloq, Mandalika ini gambaran nyata, peremajaan dan pemeliharaan armada pengangkut sampah roda tiga di tingkat lingkungan sudah sangat mendesak. “Pemkot harus memberikan perhatian serius terhadap peremajaan dan pengadaan armada pengangkut sampah roda tiga di tingkat kelurahan,” tegasnya.
Politisi Partai Gerindra tersebut menekankan pengangkutan sampah berbasis lingkungan merupakan benteng utama. Penanganan sampah sebelum diangkut ke TPS maupun TPA.
Jika armada tingkat lingkungan rusak dan tidak segera mendapat opsi perbaikan atau pengadaan baru, penumpukan sampah liar. Mengancam pemukiman warga dan dapat menjadi masalah baru memicu dampak kesehatan dan kebersihan kota.
Baca Juga: Fermin Aldeguer Comeback di MotoGP Qatar, Iker Lecuona Gantikan Alex Marquez
Oleh karena itu, Komisi III mengusulkan agar skema penganggaran pengadaan maupun perawatan berkala kendaraan operasional kebersihan roda tiga masuk dalam skala prioritas. Penataan ini dinilai penting agar beban kerja petugas di lapangan dapat terfasilitasi dengan layak dan manusiawi.
“Jangan sampai semangat dan integritas para petugas kebersihan di lapangan justru terkendala oleh minimnya ketersediaan armada yang layak pakai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rachman mendorong adanya evaluasi menyeluruh. Kondisi fisik seluruh armada kendaraan pengangkut sampah di 325 lingkungan saatnya diinventarisasi ulang.
Dengan pemetaan data armada yang akurat, Pemkot dapat memprioritaskan wilayah kelurahan mana saja yang membutuhkan suntikan bantuan. Juga mempertimbangkan pengadaan unit baru atau perbaikan berat secara cepat.
Komisi III memastikan akan mengawal pembahasan alokasi anggaran. Sektor kebersihan agar persoalan armada rusak seperti di Lingkungan Tembeloq tidak lagi terulang di kawasan pemukiman lainnya.
“Kami di Komisi III akan terus mendorong alokasi anggaran yang memadai agar penanganan sampah dari tingkat lingkungan hingga TPS dapat berjalan optimal dan aman bagi para petugas,” ujarnya.
Menanggapi sorotan tersebut, pihak Kelurahan Mandalika memberikan klarifikasi mengenai kondisi riil di lokasi. Kelurahan memastikan armada kendaraan roda tiga di Lingkungan Tembeloq sebenarnya dalam kondisi baik dan tetap beroperasi rutin melayani warga.
“Roda tiga ada dan tetap beroperasional, paling jika ada kerusakan hanya satu atau dua hari di bengkel setelahnya aktif kembali,” terang Lurah Mandalika Lalu Heru Nurhadin.
Pihak kelurahan menjelaskan petugas resmi operator kebersihan lingkungan setempat bernama Hasan. Sementara sosok yang terekam menggunakan sepeda motor pribadi dalam foto tersebut merupakan warga yang secara mandiri diminta bantuan oleh tetangga sekitar.
Baca Juga: Video Pelajar Diduga Bawa Sajam di Mataram Viral, Disdik Siapkan Sanksi Tegas
“Tugasnya mengangkut sampah dari dalam gang-gang pemukiman yang sangat sempit,” ucapnya.
Karena lebar gang di Lingkungan Tembeloq banyak yang kurang dari satu meter, kendaraan roda tiga tidak mampu masuk menjangkau. Penggunaan sepeda motor roda dua menjadi solusi taktis agar sampah tidak menumpuk di dalam gang.
“Sementara pakai sepeda motor untuk yang dalam gang kecil,” jelasnya.
Langkah taktis dan kesadaran mandiri warga tersebut dinilai sangat krusial oleh pihak kelurahan. Mengingat posisi Lingkungan Tembeloq berbatasan langsung dengan aliran Sungai Unus.
Pembersihan sampah secara berkala di tingkat gang sempit dilakukan demi mencegah warga bersikap praktis membuang sampah ke aliran sungai. Pihak kelurahan mengapresiasi inisiatif warga yang memilih membuang sampah secara mandiri ke TPST Sandubaya ketimbang membiarkannya menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.
“Yang terpenting kita hindari agar masyarakat jangan sampai membuang sampah ke sungai, mengingat lokasi pemukiman di sana sangat dekat dengan Sungai Unus,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Rilis