LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bergerak cepat memperkuat sistem pertahanan menghadapi ancaman bencana alam.
Menyusul peralihan musim atau pancaroba yang diprediksi BMKG mulai terjadi pada akhir bulan ini.
Dari hidrometeorologi kering ke basah, Pemkot resmi membentuk dan mengukuhkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRCPB) Multisektor.
“TRCPB ini diharapkan mampu melaksanakan koordinasi, melakukan tindakan taktis yang bersifat elaboratif di lapangan,” kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.
Lebih lanjut, Mohan menyampaikan persoalan banjir di Kota Mataram merupakan tantangan kompleks yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur maupun penanganan sampah.
Dibutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan kesadaran masyarakat, koordinasi antarwilayah, serta kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.
"Kalau soal banjir, saya kira bukan sekadar persoalan infrastruktur, bukan soal persampahan. Ini juga masalah yang kompleks, masalah kebijakan antarwilayah, kesadaran masyarakat, dan kolaborasi kita dengan antarwilayah. Saya pikir itu juga satu hal yang penting untuk melakukan pendekatan-pendekatan seperti itu," jelasnya.
Baca Juga: PLN UIP Nusra dan BPBD Mataram Latih Warga Pesisir Hadapi Bencana, Bagikan Tas Siaga
Kepala BPBD Kota Mataram Budi Wartono mengatakan, langkah ini diambil bukan sekadar formalitas.
Melainkan strategi taktis untuk memangkas kebiasaan birokrasi lama yang kerap lamban dalam merespons darurat bencana.
Kehadiran TRCPB multisektor ini diproyeksikan untuk menghilangkan kendala klasik seperti keterlambatan penanganan di lapangan hingga validasi data yang kerap tidak akurat.
“Bisa memberikan respons cepat sehingga persoalan lama seperti keterlambatan penanganan dan data yang tidak valid dapat dihindari,” terangnya.
Berbeda dari pola penanganan sebelumnya yang berjalan sendiri-sendiri, TRCPB Kota Mataram kini melibatkan kekuatan penuh dari 31 personel gabungan.
Tim ini menyatukan unsur lintas sektor mulai dari TNI, Polri, OPD teknis Pemkot Mataram, instansi vertikal seperti PLN, Telkom, PDAM, hingga elemen relawan kebencanaan.
Dalam struktur baru ini, BPBD bertindak sebagai komandan lapangan yang bertugas mengoordinasikan dan menyinkronkan seluruh tindakan taktis di lapangan.
Meski demikian, Budi memastikan pembentukan tim terpadu ini tidak mengambil alih kewenangan atau fungsi pokok dari masing-masing instansi atau OPD terkait.
Dengan komando yang terpusat dan koordinasi yang lebih cair, Pemkot Mataram optimistis segala bentuk risiko ancaman bencana selama fase pancaroba dapat ditekan sekecil mungkin.
Baca Juga: Anggaran BBM BPBD Kota Mataram Dipangkas 50 Persen
“Ada kaji cepat dan penanganan cepat untuk mengurangi serta meminimalisir dampak risiko, baik terhadap korban jiwa, materi, maupun kerusakan wilayah yang lebih luas,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan