LombokPost - Kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Red Bull KTM Tech3 jelang seri Eropa perdana musim ini. Maverick Vinales dipastikan absen pada MotoGP Spanyol 2026 di Circuito de Jerez akhir pekan ini.
Absennya rider nomor 12 itu membuat Tech3 harus mengambil keputusan tidak biasa: hanya menurunkan satu motor. Artinya, seluruh beban tim kini berada di pundak Enea Bastianini.
Vinales masih menjalani proses pemulihan pasca operasi korektif pada akhir Maret lalu. Sebelumnya, ia juga telah menarik diri dari MotoGP Amerika Serikat setelah diketahui sekrup dari operasi bahunya bergeser.
Meski pemulihannya berjalan positif, kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk tampil di balapan kandangnya.
Baca Juga: Dominan di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Justru Merendah: “Saya Belum Layak Disebut Kandidat Juara”
“Tentu saja mengecewakan tidak bisa balapan di Jerez. Ini balapan penting bagi saya, tapi prioritas utama adalah pulih sepenuhnya,” ujar Vinales.
Ia menargetkan bisa kembali saat seri berikutnya di Le Mans.
Pengganti Cedera, Tech3 Pilih Fokus Satu Motor
Awalnya, Pol Espargaro disiapkan sebagai pengganti. Namun cedera tangan yang dialaminya jelang balapan membuat rencana tersebut batal.
Dengan waktu yang sangat terbatas untuk mencari rider pengganti kompetitif, KTM dan Tech3 akhirnya sepakat untuk hanya mengoperasikan satu motor di Jerez.
Manajer tim, Nicolas Goyon, menegaskan bahwa fokus utama tim adalah pemulihan Vinales.
“Kami berharap dia hanya melewatkan satu balapan dan bisa kembali di Le Mans. Situasi Pol tentu membuat kami kehilangan opsi terbaik,” jelasnya.
Bastianini Jadi Andalan, Modal Positif dari Austin
Di tengah situasi sulit, Tech3 masih memiliki harapan besar pada Bastianini. Rider asal Italia itu datang ke Jerez dengan kepercayaan diri tinggi usai finis podium Sprint di Austin.
Momentum tersebut menjadi modal penting menghadapi rangkaian balapan Eropa.
CEO tim, Guenther Steiner, mengakui situasi ini tidak ideal, tetapi tetap optimistis.
Baca Juga: Nyaris Podium! Ai Ogura Gagal Finis di MotoGP Amerika Serikat 2026, Trackhouse Bongkar Masalah Mesin
“Enea datang dengan momentum bagus. Itu memberi kami dasar kuat untuk menghadapi seri Eropa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer. Menurutnya, keputusan turun dengan satu motor memang berat, namun paling realistis.
“Kami harus memikirkan daya saing tim secara keseluruhan. Yang terpenting, Maverick pulih sepenuhnya,” tegasnya.
Tech3 Bertaruh pada Konsistensi
Dengan hanya satu motor di lintasan, tekanan terhadap Bastianini dipastikan meningkat. Namun, performa solid di Austin memberi sinyal positif bahwa ia mampu menjawab tantangan.
MotoGP Jerez pun akan menjadi ujian awal bagi Tech3 dalam mengarungi fase krusial musim Eropa—dengan harapan besar bertumpu pada satu nama.
Editor : Rury Anjas Andita