LombokPost– Alberto Puig dipastikan tetap menjadi bagian penting proyek balap Honda Racing Corporation (HRC) mulai musim 2027. Setelah hampir satu dekade menjabat manajer tim MotoGP Honda, Puig kini dipercaya mengemban peran baru sebagai penasihat utama HRC.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Honda Racing Corporation sebagai bagian dari restrukturisasi program balap roda dua mereka. Puig, yang kini berusia 59 tahun, akan tetap terlibat aktif dalam pengembangan tim MotoGP maupun WorldSBK Honda melalui jabatan strategis barunya.
Sejak ditunjuk sebagai manajer tim pabrikan Honda pada 2018, Puig menjadi salah satu figur sentral dalam kesuksesan Honda meraih Triple Crown MotoGP secara beruntun. Kini, pengalaman panjangnya selama lebih dari empat dekade di paddock Grand Prix akan dimanfaatkan dalam lingkup yang lebih luas.
Baca Juga: Marc Marquez Sukses Jalani Operasi Ganda, Absen di MotoGP Catalunya
Sebagai penasihat HRC, Puig bakal membantu manajemen, pembalap, hingga program pengembangan talenta muda Honda. Tak hanya MotoGP, perannya juga mencakup proyek WorldSBK dan aktivitas balap roda dua lainnya milik Honda.
Puig mengaku perubahan posisi ini menjadi langkah baru dalam perjalanan panjangnya bersama Honda. “Saya pertama kali masuk paddock Kejuaraan Dunia pada 1987 dan sejak itu selalu bersama Honda,” ujar Puig.
Ia menyebut pengalaman sebagai pembalap, pembina rider muda, manajer pembalap, hingga manajer tim memberinya banyak pelajaran penting. “Sekarang saya merasa kemampuan saya lebih cocok untuk melihat gambaran keseluruhan dan membantu Honda berkembang menghadapi tantangan baru,” lanjutnya.
Baca Juga: Jorge Martin Juara MotoGP Prancis 2026, Aprilia Sapu Podium Le Mans
Penunjukan Puig sebagai penasihat dinilai menjadi bagian dari strategi jangka panjang Honda untuk kembali memperkuat daya saing mereka di MotoGP dan WorldSBK. Dalam beberapa musim terakhir, Honda memang terus berupaya bangkit setelah mengalami periode sulit di kelas utama.
Dengan pengalaman dan jaringan luas yang dimiliki Puig, HRC berharap proses pengembangan pembalap dan motor bisa berjalan lebih efektif menuju era baru MotoGP.
Editor : Rury Anjas Andita