Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Marc Marquez Pangkas 30 Poin, Perburuan Gelar MotoGP 2026 Kembali Memanas

Rury Anjas Andita • Selasa, 9 Juni 2026 | 23:45 WIB
Marc Marquez memangkas selisih menjadi 72 poin dari Marco Bezzecchi usai menang di GP Hungaria. Peluang juara MotoGP 2026 kembali terbuka. (Instagram Marc Marquez)
Marc Marquez memangkas selisih menjadi 72 poin dari Marco Bezzecchi usai menang di GP Hungaria. Peluang juara MotoGP 2026 kembali terbuka. (Instagram Marc Marquez)

LombokPost – Marc Marquez mengirim sinyal kuat bahwa perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026 belum berakhir. Kemenangan impresif pada Grand Prix Hungaria menjadi titik balik kebangkitan sang juara bertahan setelah sempat bergulat dengan cedera selama beberapa bulan.

Pembalap Ducati Lenovo Team itu tampil dominan di Balaton Park. Setelah merebut pole position dan memecahkan rekor lap saat kualifikasi, Marquez menyempurnakan akhir pekannya dengan kemenangan Grand Prix pertamanya sejak GP Misano musim lalu.

Hasil tersebut langsung memangkas selisih poin secara signifikan. Sebelum balapan di Hungaria, Marquez tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing). Namun, kegagalan Bezzecchi finis pada balapan utama, ditambah kemenangan Marquez, membuat jarak kini tinggal 72 poin setelah delapan dari 22 seri MotoGP 2026 selesai digelar.

Baca Juga: Raul Fernandez Pecah Telur di Sprint MotoGP Italia, Klasemen Makin Panas usai Jorge Martin Pangkas Jarak dari Marco Bezzecchi

Meski masih cukup jauh, peluang Marquez belum tertutup. Musim lalu menjadi bukti bahwa pembalap bernomor 93 itu mampu mengelola keunggulan besar hingga meraih gelar juara dunia MotoGP 2025, bahkan ketika gagal mencetak poin dalam lima Grand Prix terakhir.

Sejarah MotoGP juga mencatat sejumlah comeback luar biasa dalam perebutan gelar. Francesco Bagnaia pernah membalikkan defisit 91 poin untuk menjadi juara dunia 2022, sedangkan Nicky Hayden merebut gelar MotoGP 2006 pada seri penutup Valencia setelah membalikkan keadaan di klasemen.

Meski demikian, Marquez memilih meredam ekspektasi. Menurutnya, kondisi fisiknya belum sepenuhnya kembali ke level terbaik sehingga masih terlalu dini membicarakan peluang juara.

Baca Juga: Aprilia Ukir Sejarah di Mugello, Jorge Martin Pecahkan Rekor Kecepatan Tertinggi MotoGP: Tembus 368,6 Km/Jam

"Kejuaraan ini masih sangat panjang, tetapi saya belum berada dalam kondisi terbaik. Sejujurnya saya belum merasa siap bertarung untuk gelar," ujar Marquez.

Ia menilai performanya masih belum konsisten. Kemenangan di Hungaria memang menjadi modal berharga, tetapi hasil kurang kompetitif di Mugello menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

"Saya masih perlu mencapai kemampuan terbaik versi saya yang sekarang. Setelah itu baru saya bisa benar-benar mengetahui posisi saya dalam perebutan gelar. Tetapi jika saya berada di lintasan, tentu saya datang untuk bertarung," katanya.

Baca Juga: Aleix Espargaro Bongkar Sensasi Motor MotoGP 850cc 2027: Lebih Liar, Ringan, dan Banyak Duel

Optimisme justru datang dari para rival. Marco Bezzecchi, Jorge Martin, hingga Francesco Bagnaia sama-sama menilai kemenangan Marquez di Hungaria menjadi sinyal bahwa sang juara bertahan telah kembali menjadi ancaman serius dalam perebutan titel musim ini.

Dukungan penuh juga diberikan manajemen Ducati. Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menyebut kemenangan di Balaton Park merupakan hasil yang telah lama dinantikan sejak awal musim.

"Kami sangat senang akhirnya Marc kembali menang. Dia semakin pulih dan terus mendekati kondisi fisik terbaiknya," kata Tardozzi.

Menurutnya, performa Marquez sepanjang akhir pekan Hungaria nyaris sempurna. Pole position, rekor lap, hingga kemenangan menunjukkan kualitas pembalap yang telah mengoleksi banyak gelar juara dunia tersebut.

Baca Juga: Tak Lagi di Mataram, Launching MotoGP 2026 Diboyong ke Jakarta

"Yang terpenting sekarang adalah mengembalikan kondisi fisiknya hingga 100 persen. Kami tahu ketika Marc benar-benar fit, dia adalah salah satu pembalap terbaik di dunia," ujarnya.

Meski berhasil memangkas 30 poin hanya dalam satu akhir pekan, Tardozzi mengingatkan persaingan akan semakin berat pada seri-seri berikutnya.

"Kami sangat menghormati para pembalap yang saat ini memimpin klasemen. Apa yang terjadi di Hungaria bukan sesuatu yang akan mudah terulang," tambahnya.

Baca Juga: Johann Zarco Selamat dari Cedera Parah usai Crash Horor MotoGP Catalunya, Ligamen Lutut Jadi Sorotan

Marquez sendiri mengaku kini memiliki cara pandang berbeda terhadap kariernya. Setelah berkali-kali diterpa cedera, ia ingin tetap mempertahankan semangat bertarung tanpa kehilangan kenikmatan saat membalap.

"Saya ingin tetap tampil dengan intensitas yang sama, tetapi kali ini saya juga ingin lebih menikmati setiap momen di lintasan," pungkasnya.

Dengan masih tersisa 14 seri musim ini, kemenangan di Hungaria bisa menjadi momentum awal kebangkitan Marc Marquez dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Editor : Rury Anjas Andita
#klasemen sementara motogp #MotoGP #Marco Bezzecchi #marc marquez #MotoGP 2026