LombokPost – Moto2 dan Moto3 memasuki babak baru. Trofi Juara Dunia Moto2 dan Moto3 dengan desain yang benar-benar baru resmi diperkenalkan menjelang Qatar Airways Grand Prix Austria di Red Bull Ring.
Trofi baru tersebut diperkenalkan dalam sebuah acara peluncuran khusus yang dihadiri tiga pembalap teratas dari masing-masing kelas. Mereka didampingi sejumlah tokoh penting dari tim serta Wakil CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta.
Mulai musim 2026, trofi Juara Dunia Moto2 dan Moto3 itu akan diberikan kepada pembalap yang berhasil menjadi juara dunia di masing-masing kategori.
Baca Juga: Line-Up MotoGP 2027 Makin Lengkap, Marc Marquez hingga Toprak Sudah Punya Tim
Bukan Sekadar Trofi
Desain baru trofi Juara Dunia Moto2 dan Moto3 tidak sekadar menampilkan bentuk yang berbeda. Struktur trofi dirancang untuk menggambarkan perjalanan panjang seorang pembalap dalam mengejar mimpi menjadi juara dunia.
Bagian dasar dibuat lebar dan kokoh. Bentuk tersebut melambangkan titik awal perjalanan, mulai dari langkah pertama, berbagai pelajaran, hingga tantangan yang harus dihadapi sebelum seorang pembalap mampu menembus level yang lebih tinggi.
Dari dasar tersebut, struktur trofi terus bergerak menanjak. Setiap tahapan menggambarkan kemajuan yang dicapai dalam perjalanan menuju puncak.
Baca Juga: Senna Agius Naik Kelas ke MotoGP 2027, Jadi Rekrutan Terakhir Tech3
Semakin tinggi, jalur yang digambarkan pada trofi Juara Dunia Moto2 dan Moto3 menjadi semakin berat dan penuh seleksi. Namun, setiap tingkatan juga memiliki makna yang semakin besar karena menjadi simbol dedikasi, kegigihan, serta semangat para pembalap.
Simbol Perjalanan Menuju Puncak
Puncak trofi menjadi simbol tujuan akhir. Motif kelas utama yang berada di bagian atas menggambarkan impian tertinggi yang ingin dicapai setiap pembalap dalam perjalanan kariernya.
Lapisan-lapisan yang tersusun menuju bagian atas menjadi pesan utama dari desain trofi Juara Dunia Moto2 dan Moto3. Tidak ada pembalap yang bisa mencapai puncak hanya dengan satu lompatan.
Setiap keberhasilan selalu dibangun melalui proses panjang. Ada latihan, kegagalan, pembelajaran, persaingan, hingga kemenangan yang membentuk perjalanan seorang pembalap.
Karena itu, trofi baru tersebut tidak hanya merayakan pembalap yang berhasil mencapai puncak. Desainnya juga memberikan penghormatan terhadap seluruh proses yang telah dilewati untuk mencapai posisi tersebut.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : motogp.com