LombokPost - Jika di Mataram hari ini terasa gerah, di Mandalika rasanya seperti di dalam wajan.
Kalimat yang terdengar berlebihan, namun benar adanya, MotoGP belum start, tapi matahari sudah menikung duluan.
Data live Jumat (9/10) pukul 14.00 WITA dari kawasan Sirkuit Mandalika, suhu udara 31°C, tapi terasa seperti 35°C.
Baca Juga: Update Lini Depan AC Milan, Endrick Berpeluang Datang, Francesco Camarda Pergi, Wort It Kah
Kelembaban 58 persen, angin SSE 13 km/jam, dan uang paling bahaya UV Index 11 alias level Ekstrem.
Besok, Sabtu (10/10) saat sesi latihan bebas Moto3-MotoGP, kondisinya lebih sadis, suhu puncak 33°C terasa seperti 38-39°C, siang hari, UV 11 dari jam 11.00 sampai 13.00 WITA.
Ini bukan panas biasa, aspal Sirkuit Mandalika 4,3 km yang hitam itu memantulkan panas 20 persen lebih tinggi dari suhu udara.
Baca Juga: Bintang Baru AC Milan Diego Moreira Ternyata Semahal Itu
Di tribun terbuka tanpa atap, tubuh kita kehilangan air 1 liter per jam tanpa sadar.
Dirangkum dari berbagai sumber, tahun lalu, 17 penonton dilarikan ke medical center karena pusing dan muntah, dua di antaranya gejala heat exhaustion.
Dokter dan tenaga medis di Sirkuit Mandalika sudah siaga, tapi penonton juga harus pintar.
Baca Juga: Owner AC Milan Gerry Cardinale Konfirmasi San Siro Baru 80.000 Kursi, Bukan 71.000
Berikut tips anti dehidrasi dan heat stroke ala Lombok Post untuk yang nonton langsung MotoGP di Sirkuit Mandalika minggu ini:
1. Pola Minum 2-2-2
Jangan minum es teh manis saja, itu bikin tambah haus. Minum air putih 200-300 ml tiap 20 menit. Total 2 liter selama 4 jam di tribun. Kalau bisa, bawa oralit atau air kelapa. Garam mineral di dalamnya mengembalikan elektrolit yang hilang lewat keringat. Hindari kopi dan alkohol di siang hari, karena keduanya diuretik.
2. Topi, Kacamata, Sunblock SPF 50
UV 11 itu bisa bikin kulit terbakar dalam 10 menit. Pakai topi caping atau topi rimba, bukan topi baseball tipis. Kacamata hitam polaroid. Sunblock oles tiap 2 jam sekali, terutama leher dan kuping, bagian yang paling sering gosong tapi lupa dilindungi.
Baca Juga: Masalah Pelik yang Harus Diselesaikan AC Milan dan Mutiara Muda Francesco Camarda
3. Cari Jedanya
Jangan betah di tribun seng. Sesi istirahat antar kelas (Moto3 ke Moto2 ke MotoGP) itu 30-40 menit. Gunakan untuk ngadem di area concourse atau di bawah grandstand Premium yang ada AC. Basahi tengkuk dan pergelangan tangan dengan air dingin, itu titik nadi tercepat menurunkan suhu inti tubuh.
4. Kenali Sinyal Tubuh
Dehidrasi ringan: mulut kering, air seni kuning pekat, pusing.
Heat exhaustion: keringat berlebihan tapi kulit dingin, mual, lemas, jantung berdebar.
Heat stroke (gawat): tidak berkeringat lagi padahal panas, kulit merah-panas-kering, suhu tubuh di atas 40°C, bingung. Kalau ini terjadi, langsung ke medical center di Gate 2 dan Gate 5. Jangan dipaksa nonton.
5. Baju Longgar Warna Terang
Hitam menyerap panas. Putih memantulkan. Pakai kaos katun longgar, jangan jersey ketat. Ibu-ibu yang bawa anak kecil, jangan pakaikan baju hitam ke anak.
Baca Juga: Laga Internasional Usai, Sejumlah Pemain AC Milan Kembali dalam Keadaan Cedera
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal kemarin sudah ingatkan volunteer agar menyiapkan 20 titik water station gratis. Tapi air gratis tidak berguna kalau tidak diminum.
Ingat, di Sirkuit Mandalika kita bukan cuma adu cepat motor, tapi adu kuat dengan matahari Lombok.
Pembalap MotoGP punya cool suit dan tim medis, penonton cuma punya botol air dan akal sehat.
Baca Juga: Menanti Kemanjuran "Sembeq" Gubernur Iqbal terhadap Marc Marquez agar Tak Jatuh Lagi di Mandalika
Jangan sampai cerita pulang dari MotoGP bukan soal Marquez vs Martin, tapi soal infus di Puskesmas Kuta.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post Online