Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Duet Takdir : Perjalanan Mencari Cinta Dalam Terbentuknya Air Supply

Alfian Yusni • Kamis, 8 Februari 2024 | 10:59 WIB
Air Supply :  Graham Russell (kiri)  dan lead singer Russell Hitchcock. (foto : salamancapress.com)
Air Supply : Graham Russell (kiri) dan lead singer Russell Hitchcock. (foto : salamancapress.com)

LombokPost-Pada awalnya, Russel Htichcock dan Graham Russell adalah dua musisi yang memiliki impian yang sama. 

Impian meereka adalah mengejar karier musik mereka.

Keduanya bertemu pada tahun 1975 di Sydney, Australia, di sebuah produksi musikal berjudul "Jesus Christ Superstar". Di sana keduanya terlibat sebagai pemain.

Gayung bersambut, di sana mereka menemukan kecocokan yang kuat dalam hal musik dan gaya vokal mereka.

Mereka segera mengetahui bahwa mereka memiliki apresiasi dan kecintaan yang sama dan semakin besar terhadap segala hal yang melibatkan musik.

Hal inilah yang mendorong Graham untuk menunjukkan lagu-lagu yang telah ditulisnya kepada Russell; dan dengan cepat keinginan untuk mengikuti harapan dan impian mereka yang melibatkan dunia musik berkembang.

Kedua orang tersebut memulai langkah mereka dengan mencoba peruntungsn mereka dengan mengisi jadwal sebagai penyanyi di pub lokal, dengan bayaran yang sangat rendah, tetapi dalam hal pengalaman.

Baca Juga: Dapat Penghargaan Grammy Award Taylor Swift Sekaligus Umumkan Album Barunya

Hasilnya, Graham dan Russell menemukan bahwa penonton sangat menerima suara mereka dan gaya rock dan balada mereka.

Setelah pertunjukan tersebut berakhir, Hitchcock dan Russell memutuskan untuk membentuk duo musik mereka sendiri.

Mereka mulai berkarya bersama, menulis lagu-lagu, dan mencoba mendapatkan perhatian di dunia musik. 

Album pertama Air Supply yang berjudul ‘Love and Other Bruises’ diluncurkan pada bulan November 1976 dan puncaknya pada bulan Januari 1977, single perdana mereka berada di deretan no. 6 tangga lagu Australia.

Baca Juga: Woodstock : Epik Musik Dan Pesan Damai Dari Perjalanan Festival Penuh Sejarah (bagian 1)

Setelah beberapa kali berganti personil, album kedua mereka diluncurkan pada bulan Juli 1977 yang berjudul ‘The Whole Thing’s Started’ dengan single ‘Do What You Do’, ‘That's How the Whole Thing Started’  and ‘Do It Again’.

Nama Air Supply sebenarnya  nama yang terlintas dalam mimpi Graham, saat mereka sedang merilis single.

Mereka berdua memilih nama ini karena mereka ingin musik mereka bisa menjadi sesuatu yang penting dan tak terpisahkan bagi pendengarnya, seperti udara yang kita hirup setiap hari.

Dengan memilih nama Air Supply, duo ini ingin menciptakan musik yang melintasi batas-batas dan mengalir dengan lembut ke telinga pendengar, seperti udara yang mengalir di sekitar kita tanpa henti.

Nama tersebut juga mencerminkan harapan mereka bahwa musik mereka akan terus memberikan 'pasokan' emosi, kenangan dan pengalaman kepada pendengar mereka.

Sebelum  berada pada puncak kejayaannya di tahun 80-an, pada sebuah wawancara di tahun 1995, Graham Russel menceritakan bahwa dia dan Russel Hitchcock pernah berada di keadaan sangat miskin sampai akhirnya di tahun 1978, band ini meluncurkan sebuah konsep album berjudul ‘Lost in Love’.

Album ini menarik perhatian dari pemilik Arista Record yaitu Clive Davis yang kemudian me-remix dan merilis kembali lagu-lagu yang ada di album tersebut di Amerika.

Di tahun 1980, Arista Records merilis ulang album ‘Lost In Love’ secara internasional dan lagu-lagunya sempat menempati puncak tangga lagu di beberapa negara di dunia.

Pada rentang tahun 1980-1990, Air Supply merilis beberapa album baru diantaranya ‘The One That You Love’, ‘Now and Forever’, ‘Air Supply’ dan ‘Hearts in Motion’.

Bahkan di tahun 1983, mereka meluncurkan album Greatest Hits dengan single ‘Making Love Out Of Nothing At All” ‘yang merupakan salah satu hit terbaik Air Supply dan albumnya pun terjual sebanyak lebih dari 7 juta copy.

Lagu-lagu ini merupakan lagu yang abadi dan selalu enak didengarkan sampai kapanpun serta digemari oleh masyarakat terutama di Asia.

Ketenaran dan dedikasi mereka menjadi salah satu duo musik yang paling dihormati dan dicintai oleh penggemar di seluruh dunia.

Hampir 50 Tahun berkarya di belantika musik dunia bukanlah hal yang mudah.

''Kami tidak tahu. Kami mulai membuat rekaman pada tahun 1976 dan meraih kesuksesan pertama kami di Australia, dan kami pikir mungkin paling lama lima tahun. Mengingat empat dekade telah berlalu: begitu banyak pertunjukan, begitu banyak negara, dan kami telah melihat begitu banyak dan mencapai begitu banyak hal, ini sungguh luar biasa bagi kami. Kami tidak pernah menganggap remeh hal ini, dan kami masih tidak melakukannya, dan kami tidak pernah membuat rencana, dan kami masih belum melakukannya, jadi saya kira itu adalah dua hal yang positif,'' ujar Russell dalam sebuah wawancara.

***

   

Editor : Alfian Yusni
#air supply #Graham Russell #Russel Htichcock