Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bernadya Bikin Kaget di Babak Penutup: Gaun Merah, Broadway Style, dan Tangis Penonton

Alfian Yusni • Minggu, 22 Juni 2025 | 14:22 WIB
Bernadya tampil mengejutkan dengan balutan gaun merah elegan, meninggalkan ciri khas busana hitamnya. (Foto: JUNI Records)
Bernadya tampil mengejutkan dengan balutan gaun merah elegan, meninggalkan ciri khas busana hitamnya. (Foto: JUNI Records)

LombokPost - Penyanyi muda berbakat, Bernadya, sukses bikin penonton tertegun dalam konser tunggal bertajuk Babak Penutup: Untungnya, Untungnya yang digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat malam (20/6).

Konser bertema penutupan era ini menjadi ajang eksplorasi musikal paling megah yang pernah dilakukan Bernadya.

Lewat konser Babak Penutup, ia ingin mengucapkan selamat tinggal pada album debut Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, yang telah membawanya meraih ratusan juta streams dan cinta luar biasa dari fans.

Di tengah konser, Bernadya mengajak penonton larut dalam aransemen musikal a la Broadway.
Di tengah konser, Bernadya mengajak penonton larut dalam aransemen musikal a la Broadway.

Bernadya tampil mengejutkan dengan balutan gaun merah elegan, meninggalkan ciri khas busana hitamnya.

Panggung dibuka dengan aransemen jazz dan swing yang berbeda total dari versi studio. Lagu “Sinyal-Sinyal”, “Masa Sepi”, hingga “Ambang Pintu” dibawakan dengan versi baru yang membuat suasana jadi imersif dan tak tertebak.

Di tengah konser, Bernadya mengajak penonton larut dalam aransemen musikal a la Broadway. Format yang diusung pun berbeda, ada band, brass section, string section, dan backing vocals yang membuat konser ini seperti pertunjukan teater musikal kelas dunia.

Konser Babak Penutup dibagi dua sesi. Di sesi pertama, penonton lebih banyak diam, menyimak detail musik dan aransemen.

Tapi di sesi kedua, suasana pecah. Bernadya kembali ke zona nyamannya: bernyanyi bersama penonton.

Lagu-lagu seperti “Lama-Lama”, “Kita Kubur Sampai Mati”, dan “Kata Mereka Ini Berlebihan” pun dinyanyikan bareng ribuan penggemar.

 

“Yah, udah mau selesai,” ucap Bernadya sebelum menutup konser dengan lagu “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” dan “Apa Mungkin” dalam format akustik yang menyentuh.

Konser ini bukan sekadar pesta penutup, tapi juga penanda niat Bernadya untuk melangkah ke babak baru dalam kariernya.

 “Aku ingin menunjukkan keberanian untuk menutup sebuah era, dan memulai era baru yang lebih besar,” tegas Bernadya saat konferensi pers sebelum konser Babak Penutup dimulai.

Penampilan Bernadya di konser Babak Penutup benar-benar mencerminkan kematangan musikalitas dan keberaniannya keluar dari zona nyaman.

Tak hanya jadi ajang nostalgia, konser ini juga menjadi ruang eksperimental yang membawa pengalaman baru bagi para pendengar.

Meski mengaku belum tahu akan membawa musiknya ke arah mana ke depan, Bernadya yakin babak selanjutnya akan lebih besar dan segar.

“Aku harap setelah era ini, aku bisa bikin sesuatu yang lebih fresh dan tetap bersenang-senang,” tutupnya di atas panggung, diiringi tepuk tangan panjang penonton. (***)

Editor : Alfian Yusni
#konser #Bernadya #Babak Penutup