Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bad Moon Rising Gema Abadi untuk Diogo Jota, Fans Liverpool Tak Henti Bernyanyi

Alfian Yusni • Minggu, 6 Juli 2025 | 16:16 WIB
Meskipun Jota telah tiada, suaranya tetap hidup di tribun. (Foto: instagram)
Meskipun Jota telah tiada, suaranya tetap hidup di tribun. (Foto: instagram)

LombokPost - Lagu Bad Moon Rising kini menjelma menjadi chant abadi untuk Diogo Jota.

Fans Liverpool dari seluruh penjuru dunia kompak menyanyikannya sebagai bentuk penghormatan setelah kepergian sang penyerang yang meninggal tragis awal Juli 2025.

Chant ini tak hanya bergema di Anfield, tapi juga mengguncang stadion, konser, hingga jalanan di Portugal.

Lagu Bad Moon Rising, yang aslinya dinyanyikan oleh Creedence Clearwater Revival, sudah lama menjadi favorit pribadi Diogo Jota.

Namun sejak musim lalu, lagu ini diubah liriknya oleh suporter The Kop menjadi chant penuh semangat:

"Oh, he wears the number 20, He will take us to victory, … Better than Figo, don’t you know? Oh, his name is Diogo!"

Baca Juga: Terungkap! Liverpool Bayar Lunas Kontrak Diogo Jota dan Biayai Anak-anaknya Sampai Kuliah

Kini, chant tersebut telah berubah makna. Bukan sekadar yel-yel stadion, tetapi nyanyian duka, cinta, dan penghormatan abadi.

Lagu Bad Moon Rising terus dinyanyikan bahkan saat Jota tak lagi di lapangan.

Duka Mendalam dan Pemakaman Penuh Kehormatan

Diogo Jota dan adiknya André Silva meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Spanyol, 3 Juli 2025.

 

Keduanya sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan ferry saat insiden terjadi. Jota menolak naik pesawat karena tengah menjalani pemulihan penyakit paru-paru ringan.

Prosesi pemakaman dilangsungkan di Gereja Matriz Gondomar, Portugal, dengan dihadiri ratusan pelayat.

Hadir pula tokoh-tokoh penting sepak bola dunia seperti pelatih Arne Slot, Ruben Dias, Virgil van Dijk, Jordan Henderson, hingga Presiden Portugal Marcelo de Sousa.

Jalanan dipenuhi warga yang menyanyikan Bad Moon Rising dalam suasana haru.

Pelatih Liverpool Arne Slot mengatakan, “Chant Bad Moon Rising akan terus dinyanyikan. Diogo telah menjadi legenda dalam lagu dan kenangan.”

Lagu Diogo Jota Bergema di Mana-Mana

Tak hanya di stadion, penghormatan untuk Diogo Jota meluas ke berbagai lini:

Grup musik Oasis membawakan lagu Live Forever sebagai tribute saat tur reuni mereka, disertai visual Diogo Jota di layar LED.

Jesse Motlop, atlet AFL Australia, menirukan selebrasi khas Jota saat mencetak gol sebagai penghormatan.

Fans menyuarakan agar nomor punggung 20 milik Jota diistirahatkan selamanya oleh Liverpool FC.

Di Anfield, bendera dikibarkan setengah tiang. Ribuan syal dan bunga dikumpulkan di depan stadion.

 

Chant Bad Moon Rising dinyanyikan dalam versi akustik saat jeda laga melawan Arsenal, diiringi tepuk tangan selama satu menit.

Warisan dan Cinta Abadi dari The Kop

Diogo Jota bergabung dengan Liverpool pada 2020 dan mencetak 47 gol dari 123 pertandingan Premier League.

Ia menjadi pahlawan kemenangan di banyak laga krusial, termasuk derby Merseyside.

Rasio konversi golnya (47%) menjadikannya salah satu penyerang paling efisien dalam sejarah klub.

Kini, meskipun Jota telah tiada, suaranya tetap hidup di tribun. Lagu Bad Moon Rising terus dinyanyikan dalam setiap pertandingan Liverpool  dari Anfield hingga luar negeri dan akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas klub.

Bad Moon Rising tak lagi sekadar lagu. Kini ia adalah suara hati jutaan fans Liverpool, gema abadi untuk Diogo Jota. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Diogo Jota #liverpool #Chant #Bad Moon Rising