LombokPost - Pengakuan mengejutkan datang dari vokalis Blur, Damon Albarn. Di tengah sukses fenomenal tur reuni Oasis Live 25, Damon Albarn dengan jujur mengakui bahwa Blur telah kalah telak dari Oasis dalam persaingan legendaris Britpop era 90-an.
“Oasis menang semuanya—perang, pertempuran, dan kampanye,” ujar Albarn dalam wawancara terbaru, seperti dikutip dari Vulture.
Pernyataan ini muncul saat Oasis tengah menggelar tur reuni bertajuk Oasis Live 25 yang sukses besar dan menarik perhatian dunia.
Oasis, yang terdiri dari kakak-beradik Liam dan Noel Gallagher, kembali ke panggung dengan semangat dan energi yang membuat ribuan penggemar nostalgia dan terpukau.
Konser Oasis Live 25 Banjir Penonton, Pecahkan Rekor
Tur Oasis Live 25 resmi dimulai awal Juli di Cardiff dan langsung menjadi magnet global. Konser di Heaton Park, Manchester, pada 11 Juli dihadiri lebih dari 80.000 orang, termasuk tokoh terkenal seperti pelatih Manchester City Pep Guardiola dan ibunda Gallagher bersaudara, Peggy.
Tak hanya memukau lewat aksi panggung, Oasis juga kembali mendominasi tangga lagu Inggris. Album “Time Flies... 1994–2009” meroket ke posisi No.1, disusul “(What’s the Story) Morning Glory?” di No.2 dan “Definitely Maybe” di No.4.
Single legendaris seperti Don’t Look Back in Anger, Live Forever, dan Wonderwall kembali masuk ke dalam Top 100.
Kondisi panas ekstrem di lokasi konser, mencapai 31 °C—tidak menyurutkan antusiasme penonton. Panitia bahkan menyediakan air minum dan sunscreen gratis demi kenyamanan pengunjung.
Damon Albarn: Saya Sudah Ramalkan Reuni Ini
Damon Albarn mengaku telah meramalkan tur reuni Oasis dua tahun lalu. “Saya sebetulnya sudah tahu ini akan terjadi. Saya bahkan menyebutnya ‘prophetic’,” ujarnya kepada NME.
Baca Juga: Ari Lasso Sindir Riders Musisi Baru: Kami Dewa 19 Cukup Snack Alfamart!
Meski begitu, Damon Albarn menegaskan ia tidak akan hadir di konser Oasis karena jadwalnya yang padat bersama Blur.
“Tak ada lagi rivalitas. Mereka menang. Saya menghormati itu,” kata Albarn, menutup bab panjang persaingan Blur vs Oasis yang menjadi ikon budaya pop Inggris di akhir abad ke-20.
Emosional & Legendaris: Oasis Tak Sekadar Nostalgia
Lebih dari sekadar reuni, Oasis Live 25 disebut sebagai tur yang menyatukan kembali emosi kolektif masyarakat Inggris.
Salah satu momen menyentuh terjadi saat Liam dan Noel saling berpelukan di atas panggung, pemandangan yang nyaris mustahil dilihat di satu dekade terakhir.
Beberapa media menggambarkan konser sebagai peristiwa budaya dan pemulihan emosional nasional.
Joanne McSorley, salah satu penyintas bom Manchester Arena 2017, mengatakan lagu Oasis membantunya pulih dari trauma. “Don’t Look Back in Anger memberi harapan,” ujarnya kepada The Sun.
Tur Oasis Live 25 diproyeksikan mencetak pendapatan lebih dari £400 juta. Liam dan Noel masing-masing diperkirakan akan menerima lebih dari £50 juta dari penjualan tiket, merchandise, dan sponsor.
Namun, konser ini juga memantik kontroversi terkait praktik dynamic pricing atau harga tiket dinamis.
Banyak penggemar mengeluhkan harga tiket yang melonjak drastis, hingga mendorong penyelidikan oleh Otoritas Persaingan Inggris (CMA).
Tur akan berlanjut hingga November 2025 dan melintasi 41 kota di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Asia, hingga Australia, dengan final show di São Paulo, Brasil. (***)
Editor : Alfian Yusni