LombokPost - Rahasia GIGI bertahan puluhan tahun akhirnya terungkap. Bassist legendaris, Thomas Ramdhan, menyebut alasan utamanya sederhana: perbedaan.
Menurutnya, GIGI bisa terus eksis lebih dari tiga dekade karena para personelnya justru memiliki selera musik yang berbeda-beda.
“Kalau sama semua, mungkin GIGI sudah lama bubar. Justru karena berbeda, kami saling melengkapi,” kata Thomas Ramdhan.
Perbedaan Jadi Kekuatan
GIGI lahir di era 1990-an dengan formasi yang terus berubah hingga akhirnya menemukan kekuatan di sosok Armand Maulana, Dewa Budjana, Gusti Hendy, dan Thomas Ramdhan sendiri. Mereka datang dari latar belakang musik yang berbeda.
Budjana dengan warna jazz progresif, Armand yang pop dan soul, Hendy yang banyak terinspirasi groove modern, hingga Thomas dengan akar rock dan funk.
“Kalau semua sama, GIGI tidak akan punya warna. Karena beda-beda, akhirnya justru jadi kaya,” tambah Thomas.
Solid Lebih dari 30 Tahun
Band lain seangkatan mereka banyak yang sudah bubar atau redup. Namun, GIGI tetap berdiri tegak. Menurut Thomas, rahasianya ada pada keterbukaan, toleransi, dan saling menghormati perbedaan.
Mereka tak pernah memaksakan satu selera untuk mendominasi. Semua diberi ruang.
“Kami ini bukan mencari kesamaan. Tapi bagaimana perbedaan itu bisa dirawat bersama,” ujarnya.
Thomas dan Masa Kelam
Meski begitu, perjalanan Thomas Ramdhan pribadi tidak selalu mulus. Ia pernah jatuh ke lubang gelap narkoba.
Ia mengaku menjual puluhan bass kesayangannya demi memenuhi kecanduan. Beberapa kali ia keluar masuk rehabilitasi.
“Itu fase yang bikin saya sadar. Dari situ saya belajar, GIGI adalah rumah yang harus saya jaga,” katanya jujur.
Kisah kelam itu membuat Thomas semakin kuat. Kini ia menjadi sosok yang lebih dewasa dan selalu bersyukur masih bisa berdiri di panggung bersama GIGI.
Proyek Solo yang Justru Menguatkan
Uniknya, tiap personel GIGI punya proyek solo. Armand dengan single pop, Budjana dengan musik instrumental bernuansa jazz, Hendy dengan kolaborasi lintas genre. Bahkan Thomas sendiri kerap tampil dengan musisi lain.
Alih-alih membuat renggang, proyek-proyek itu justru memberi napas baru. Mereka kembali ke GIGI dengan energi berbeda.
“Kalau bosan, ya cari udara di luar. Tapi ujung-ujungnya pulang lagi ke rumah: GIGI,” ujar Thomas.
Sorotan Publik dan Kejujuran
Nama Thomas juga beberapa kali jadi sorotan publik. Pernah ada video dirinya membanting bass di atas panggung.
Pernah juga rumahnya viral gara-gara tagihan air. Namun semua itu justru memperlihatkan sisi humanisnya.
Ia tidak menutupi kelemahan. Ia tidak berusaha terlihat sempurna. “Saya manusia biasa. Yang penting, bagaimana tetap konsisten di musik,” tegasnya.
Lebih dari Sekadar Band
Kebersamaan GIGI bukan hanya di panggung. Mereka selalu hadir di momen-momen penting. Salah satunya saat melayat ke rumah duka Bunda Iffet, figur ibu bagi banyak musisi Indonesia.
Momen itu menegaskan bahwa GIGI bukan sekadar band, melainkan keluarga. Ikatan mereka melampaui sekadar kontrak panggung.
Rahasia Panjang Umur GIGI
Kini, di usia yang tak lagi muda, Thomas Ramdhan masih tegak berdiri di atas panggung. GIGI tetap eksis, tetap punya penonton setia lintas generasi.
“Kalau mau awet, jangan cari kesamaan. Cari perbedaan, lalu nikmati bersama,” pungkas Thomas Ramdhan, sambil menegaskan kembali bahwa rahasia GIGI bertahan puluhan tahun ada pada perbedaan. (***)
Editor : Alfian Yusni