LombokPost - Ternyata aktor dan komedian Tora Sudiro nyaris saja menjadi bagian dari band legendaris Bragi.
Fakta ini baru terungkap dari pengakuan Rendi Bragi, pemain bass Bragi, yang mengenang masa-masa awal terbentuknya band tersebut.
Rendi bercerita, Tora Sudiro hampir jadi anggota Bragi ketika formasi awal band itu dibentuk oleh Aldi dan Echa Bragi yang kala itu sama-sama menempuh pendidikan di Australia.
“Pas gue kuliah, si Aldi sama Echa kuliah di Australia. Si Aldi telepon gue, bilang ‘gue bikin demo nih, mau ikutan enggak?’” ujar Rendi dalam wawancaranya di kanal YouTube Ferdi Element.
Menurutnya, di demo awal itu, Aldi, Echa, dan Tora Sudiro terlibat langsung membuat materi lagu. Kaset demo itu kemudian dikirim ke Jakarta untuk dipromosikan ke beberapa label rekaman besar.
Beberapa bulan kemudian, kabar gembira datang. Label besar Billboard Records tertarik. “Pas gue pulang dari kampus, tiba-tiba udah ada dua anak di rumah, plus Tora, tanpa bokap nyokap gue tahu,” kenang Rendi sambil tertawa.
Namun kisah Tora Sudiro dan Bragi tak berlangsung lama. Setelah tanda tangan kontrak dan latihan bareng, muncul kabar mengejutkan: Tora ketahuan bapaknya ikut band dan langsung dilarang.
“Waktu itu si Tora ketahuan bapaknya. Enggak boleh. Disuruh kelarin kuliah, balik lagi ke Australia,” kata Rendi dengan nada geli mengingat momen itu.
Kepergian Tora membuat Bragi harus mencari pengganti gitaris. Hingga akhirnya, Erwin Bragi resmi bergabung dan melengkapi formasi klasik Bragi: tiga bersaudara Aldi, Echa, Rendi, dan Erwin Bragi.
Bragi kemudian meroket lewat lagu “Janji” yang dirilis tahun 1997. Lagu itu menjadi salah satu anthem cinta remaja di era 90-an, memperkuat posisi mereka di industri musik tanah air.
Andai saja Tora Sudiro tidak ketahuan bapaknya, mungkin sejarah musik Indonesia akan sedikit berbeda, komedian flamboyan itu bisa saja dikenal bukan karena film dan sinetron, tapi sebagai gitaris band Bragi. (***)
Editor : Alfian Yusni