JAKARTA—Malaysia lockdown. Negeri jiran tersebut gagal menekan penularan Covid-19. Tercatat ada 125 kasus penularan baru Senin (16/3). Total 553 penduduk yang sudah positif tertular menjadikannya yang tertinggi di Asia Tenggara. Pemerintah Malaysia akhirnya memutuskan untuk mengarantina negaranya terhitung mulai 18 hingga 31 Maret.
’’Prioritas pemerintah saat ini adalah mencegah persebaran baru wabah ini, yang ditakutkan bakal menginfeksi lebih banyak orang,’’ ujar Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam siaran TV tadi malam.
Dia menegaskan bahwa situasi saat ini membutuhkan penanganan dengan langkah drastis agar bisa kembali seperti semula secepatnya.
Dengan adanya kebijakan baru itu, penduduk dilarang bepergian ke luar negeri. Mereka juga tidak menerima kedatangan turis asing untuk sementara. Penduduk yang baru kembali dari luar negeri harus menjalani karantina pribadi di rumah masing-masing selama 14 hari. Tempat-tempat ibadah, sekolah, dan tempat bisnis ditutup. Pengecualian hanya berlaku untuk pasar-pasar yang memenuhi kebutuhan harian rakyat. Kantor-kantor swasta dan pemerintahan ditutup, kecuali yang menyediakan layanan kesehatan, keperluan sehari-hari, pangan, dan perbankan.
’’Kita tidak bisa menunggu lebih lama hingga situasi menjadi lebih parah,’’ tegas Muhyiddin seperti dikutip Bloomberg.
Kasus di Malaysia itu melonjak karena acara keagamaan di Masjid Seri Petaling yang dihadiri lebih dari 16 ribu orang. Sebagian di antara mereka berasal dari luar negeri. Beberapa negara tetangga Malaysia melaporkan penularan Covid-19 setelah warganya menghadiri acara tersebut. Misalnya, Singapura dan Brunei Darussalam. Singapura bahkan menutup seluruh masjid hingga 26 Maret untuk menghindari penularan lebih jauh. (syn/lyn/far/han/sha/JPG/r6)
Editor : Administrator