Wahyu, pemilik Bro Barbershop mengatakan, dari lima cabang yang ia miliki, dua sudah beroperasi secara normal. ”Untuk cabang Lombok Timur dan Lombok Tengah kondisinya sudah normal 100 persen seperti sebelum ada Korona. Sedangkan wilayah Mataram, seperti di Maktal, Pagutan, dan Catur Warga, baru bangkit sekitar 40 persen saja,” ujarnya.
Dia kini rajin membuat konten video yang disebar melalui media sosial. Dalam konten itu dijelaskan, pihaknya menerapkan protokol pencegahan. Seperti penggunaan masker dan sarung tangan, hingga bagi-bagi APD dan hand sanitizer gratis untuk pelanggan. ”Saat seperti ini, yang menjadi fokus adalah perasaan nyaman dan keamanan pelanggan. Skill itu jadi nomor sekian,” katanya.
Tak hanya jasa cukur untuk pelanggan pria, salon khusus wanita juga tetap banyak peminat. Mary Salon Lombok, misalnya. Sempat tutup tiga bulan, kini salon di Pagesangan mulai dapat permintaan. ”Karena banyak permintaan, kami coba tes untuk beroperasi kembali mulai tanggal 23 Juni nanti,” kata Mary, pemilik Mary Salon Lombok.
Sebagai awal, ia hanya membuka layanan untuk perawatan rambut saja. sedangkan untuk perawatan tubuh, harus ditunda untuk menghindari kontak fisik yang lebih intens. Termasuk mengantisipasi keterbatasan jumlah pegawai. ”Yang melayani nanti berdua saja. Karena kami belum berani mempekerjakan kembali seluruh karyawan yang lain,” katanya gadis berkacamata ini.
Ia bahkan telah menjahit sendiri APD dan face shield yang akan digunakan nantinya. Sedangkan untuk pelanggan, diwajibkan bermasker serta mencuci tangan sebelum masuk salon. ”Khusus untuk smoothing, akan disiapkan kain dan sarung tangan sekali pakai untuk pelanggan,” imbuhnya. (eka/r9)
Editor : Baiq Farida