Wahyu Moro, pemilik Moro Cell mengatakan penjualan paket data di tokonya bahkan meningkat drastis pada awal kemunculan pandemi. ”Hampir semua orang butuh paket internet selama himbauan untuk beraktivitas di rumah saja. Sehingga Bulan Maret itu penjualan sangat meningkat luar biasa,” jelasnya kepada Lombok Post, Minggu (21/6/2020)
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, ia berinisiatif mengisi ulang pulsa dan paket internet dengan nominal yang lebih besar dari biasanya. ”Misal, yang biasanya hanya paket 4GB, sekarang paket 10GB yang diisi lebih banyak. Karena kebanyakan masyarakat beli sekalian untuk jangka waktu yang lama,” jelasnya.
Memasuki bulan kedua pihaknya sempat mengalami penurunan omzet meski tidak signifikan. Hal ini disebabkan pembelinya, yang sebagian besar dari kalangan mahasiswa, mulai kembali ke kampung halaman. Meski begitu saat ini bisnisnya tercatat masih stabil. ”Hingga saat ini kemampuan daya beli masyarakat masih turun. Namun paket internet tetap dibeli karena sudah menjadi kebutuhan,” ujar Moro.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi bisnis ini yaitu masyarakat yang mulai beralih untuk mengisi ulang pulsa melalui internet daripada di konter. Karena hal itu dianggap lebih mudah dan efektif. Untuk itu ia mencoba strategi penjualan baru dengan membuka layanan pengisian pulsa dan paket data melalui media sosial. ”Bisa pesan lewat whatsapp dan dm instagram. Pulsa dan paket akan langsung diisi setelah dikirimkan bukti transfer,” jelas pria yang akrab disapa Moro ini.
Kenaikan penjualan pulsa dan paket data juga dirasakan Jojo, pemilik konter Berlian Cell. Setiap hari selalu ada pembeli yang mampir ke konternya. ”Sekitar 70 persen adalah pembeli pulsa dan paket XL, sedangkan sisanya pembeli Telkomsel. Sejauh ini kedua provider tersebut yang selalu diminati,” katanya.
Meski saat ini perilaku konsumennya perlahan berubah, ia tetap optimis. Ia yakin pihaknya tetap mampu menyediakan kebutuhan masyarakat. Terlebih saat ini konternya turut menghadirkan layanan servis dan aksesoris HP. Termasuk jual beli handphone bekas berkualitas. ”Penjualan masih bertahan secara offline saja. Meski sempat turun, tetap bersyukur. Kalau tidak nanti rezeki tidak datang sama sekali,” imbuhnya. (eka/r9) Editor : Baiq Farida