Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, rupiah sebagai mata uang tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah. Tapi juga sebagai lambang kedaulatan negara. Wujud kemandirian bangsa Indonesia.
“Setiap lembar rupiah mengandung identitas dan karakteristik bangsa yang harus kita jaga, lestarikan, dan banggakan,” ucap Perry dalam peluncuran uang peringatan kemerdekaan 75 RI secara virtual.
Dia menjelaskan, desain uang peringatan kemerdekaan 75 Tahun RI itu mengusung tiga filosofi. Ketiga filosofi itu adalah mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kemerdekaan, dan menyongsong masa depan gemilang. Peristiwa historikal proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta serta berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan pada halaman muka uang menggambarkan wujud mensyukuri kemerdekaan.
“Pencapaian pembangunan yang digambarkan jembatan Youtefa Papua, MRT, dan tol Trans Jawa,” bebernya.
Kemudian, di bagian belakang, gambar anak-anak Indonesia berpakaian adat dari berbagai suku motif kain Nusantara mencerminkan semangat memperteguh kebhinekaan.
Serta, Satelit Merah Putih sebagai jembatan komunikasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), peta Indonesia Emas yang melambangkan peran strategis dalam kancah global, dan anak-anak yang merepresentasikan sumber daya manusia unggul yang optimis menyongsong masa depan gemilang.
Perry mengatakan, uang edisi 75 tahun kemerdekaan RI itu dilengkapi teknologi pengaman terbaru dan menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama. Inovasi tersebut agar uang rupiah lebih sulit untuk dipalsukan. Namun, bagi masyarakat akan semakin mudah untuk mengenali ciri keasliannya, nyaman dan aman untuk digunakan.
Sebelumnya, BI telah mengeluarkan uang peringatan HUT Kemerdekaan RI sebanyak tiga kali. Yakni, peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-25 pada tahun 1970, Ke-45 tahun 1990 dan Ke-50 di tahun 1995. Dengan demikian, uang peringatan kemerdekaan yang dikeluarkan tahun 2020, merupakan kali keempat.
Menurut dia, perencanaan uang peringatan kemerdekaan itu sudah dimulai sejak 2018. Penerbitan uang tersebut juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Peraturan BI No.21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah (a.l. Pasal 2, Pasal 11), dan Keppres No.13 Tahun 2020. “Ke depan pengeluaran uang peringatan kemerdekaan akan dilakukan setiap 25 tahun sekali,” kata pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, perencanaan penentuan mata uang rupiah itu telah dikoordinasikan dengan seluruh regulator dan para ahli waris pahlawan. Perencanaan dilakukan sejak 2018 lalu. Dia menegaskan, uang edisi 75 tahun RI merdeka itu bukan bentuk cetak uang untuk pemulihan ekonomi atau tambahan likuiditas.
‘’Dan bukan juga tambahan likuiditas untuk pembiayaan dan pelaksanaan ekonomi. Ini tujuannya dilakukan untuk memperingati peristiwa atau tujuan khusus dalam hal ini peringatan kemerdekaan RI ke 75,’’ tuturnya.
Ani menjelaskan, penerbitan seri khusus Rp 75.000 itu hanya dicetak dalam jumlah terbatas yakni 75 juta lembar. Hal itu sebagai simbol rasa syukur kemerdekaan RI.
‘’Mata uang ini uang kertas pecahan nominal 75 ribu dicetak dengan jumlah 75 juta lembar yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah dan Bank Indonesia,’’ tutur dia. (han/dee/JPG/r6)
Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI
BAGIAN MUKA
- Gambar utama Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno - Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta
- Gambar bunga Anggrek Bulan yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia yang akan berubah warna dan memiliki efek gerak dinamis bila dilihat dari sudut pandang berbeda
- Hasil cetak yang terasa kasar bila diraba pada bagian gambar utama pahlawan dan tulisan nominal tujuh puluh lima ribu
RUPIAH PADA SISI MUKA UANG
- Tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta serta electrotype berupa angka “75” yang dapat diterawang
- Gambar saling isi (rectoverso) logo Bank Indonesia yang dapat dilihat secara utuh bila diterawang ke arah cahaya
- Hasil cetak yang memendar dalam 1 (satu) atau beberapa warna bila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa:
- Gambar pengibaran bendera pada peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945
- Gambar motif songket yang berasal dari daerah Sumatera Selatan
- Jembatan Youtefa Papua
BAGIAN BELAKANG
- Gambar anak Indonesia menggunakan pakaian adat daerah
- Nomor seri yang terdiri dari tiga huruf dan enam angka
- Hasil cetak yang terasa kasar apabila diraba pada bagian anak indonesia, peta Indonesia dalam bola dunia, dan tulisan “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI TUJUH PULUH LIMA RIBU RUPIAH”
- Tanda air gambar Pahlawan Nasional:
- (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta serta electrotype berupa angka “75” yang dapat diterawang
- Gambar saling isi (rectoverso) dari logo Bank Indonesia yang dapat dilihat secara utuh bila diterawang ke arah cahaya
- Hasil cetak yang memendar dalam satu atau beberapa warna apabila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa:
- Gambar motif tenun Gringsing yang berasal dari Bali
- Angka “75000”
- Angka “75”
- Bidang persegi empat yang berisi tulisan “NKRI”
- Nomor seri yang meliputi tiga huruf dan enam angka
Sumber: Bank Indonesia
Editor : Administrator