Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tuai Polemik Berkepanjangan, Nama BIL Diminta Jangan Diubah

Administrator • Senin, 21 Desember 2020 | 14:14 WIB
TUNJUKKAN: Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah, TGH Ma’arif Makmun Diranse didampingi Rais Syuriah PWNU NTB, TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin menunjukkan surat penolakan perubahan nama BIL di Ponpes Qamarul Huda, Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Minggu
TUNJUKKAN: Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah, TGH Ma’arif Makmun Diranse didampingi Rais Syuriah PWNU NTB, TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin menunjukkan surat penolakan perubahan nama BIL di Ponpes Qamarul Huda, Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Minggu

MATARAM-Sejumlah Tuan Guru dan tokoh agama meminta nama Bandara Internasional Lombok (BIL) tidak diubah. Hal ini disampaikan dalam acara Silaturahmi Alim Ulama di Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Peringgarata, Lombok Tengah (Loteng).


Tepatnya di kediaman TGH Lalu M Turmuzi Badaruddin. Tokoh sepuh itu khawatir hal ini terus akan jadi polemik berkepanjangan bila terus dipaksakan. “Saya sangat khawatir, jangan hanya karena pergantian nama bandara lalu kemudian salah satu pihak diantara kita semua ini terpecah belah,” katanya, kemarin (20/12).


Dalam acara silaturahim ini terbentuk beberapa kesepakatan diantarnya menyepakati menolak perubahan nama BIL menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM). Selain itu, mengusulkan BIL ditetapkan lagi.


Pertemuan itu juga meminta Kementerian Perhubungan RI mencabut keputusan menteri Perhubungan RI Nomor KP 1421 Tahun 2018, tanggal 5 September 2018 karena tidak memenuhi syarat sesuai pasal 45 ayat 2 peraturan menteri perhubungan RI No. 39 Tahun 2019.


Kesepakatan itu menjadi surat pernyataan bersama yang akan disampaikan ke Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Pariwisata RI, dan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.


Ulama kharismtik itu menyarankan namanya tetap sesuai yang tertera saat ini. “Jangan diubah,” harapnya.


Hal ini demi kemaslahatan umat yang lebih banyak. “Apalah artinya sebuah nama jika akan menimbulkan perpecahan,” imbuhnya.


Polemik terus terdengar di tengah masyarakat sejak BIL mau diubah. Pro dan kontra semakin meruncing ke arah yang mengkhwatirkan. “Betul memang nama yang diusulkan itu bagus (BIZAM), tapi alangkah bagusnya tidak diubah karena tidak akan menimbukan perselisihan,” harapnya. (zad/r2)

Editor : Administrator
#TGH Turmuzi Badaruddin #Bandara Lombok