Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perguruan Tinggi Siap Terapkan PTM Penuh Mulai Februari

Baiq Farida • Rabu, 5 Januari 2022 | 15:28 WIB
SALING MENGINGATKAN: KH Zulkifli Muhadli, pengurus wilayah ICMI NTB memberikan ceramah dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, di Gedung Rektorat Unram, Senin (20/2). (Unram for Lombok Post)
SALING MENGINGATKAN: KH Zulkifli Muhadli, pengurus wilayah ICMI NTB memberikan ceramah dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, di Gedung Rektorat Unram, Senin (20/2). (Unram for Lombok Post)
JAKARTA-Membaiknya situasi pandemi membuat kebijakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas diperluas. Setelah jenjang pendidikan dasar dan menegah, jenjang perguruan tinggi (PT) mulai menyiapkan hal serupa.Termasuk, PTM dengan kuota 100 persen.

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam mengungkapkan, PTM terbatas di jenjang PT sudah dimulai dari semester lalu. Dimulai dari mahasiswa angkatan 2020-2021 yang belum pernah mengenal kampus.

”Untuk semester depan ini kita akan mulai tambah-tambah lagi. Sedang dievaluasi dari yang kemarin seperti apa,” ujarnya ditemui di Jakarta, Selasa (4/1/2022).

Ia sendiri sudah melakukan safari ke sejumlah PT bersama Direktur Belmawa Ditjen Dikti Aris Junaidi. Menurutnya, sejumlah PT sudah sangat siap untuk menyelenggarakan PTM dengan kuota 100 persen di semester genap yang dimulai Februari. Mulai dari SOP, thermogun, tempat cuci tangan, hingga satgas Covid-19 di kampus.

Dia menekankan, aturan kuota peserta PTM 100 persen ini sama dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah yang mengacu pada SKB empat menteri terbaru. Di mana, PT yang ingin menerapkan PTM secara penuh harus berada di wilayah PPKM level 1 atau 2. Kemudian, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang sudah divaksin Covid-19 dosis lengkap lebih dari 80 persen.

Dari catatan pihaknya, saat ini secara nasional capaian vaksinasi PTK sudah mencapai 80 persen. Dengan capaian tersebut dan kondisi Covid-19 secara nasional, diperkirakan ada sekitar 50 persen PT yang bakal menyelenggarakan PTM 100 persen di semester genap.

”Tapi kami serahkan ke kampus untuk menyesuaikan. Karena ada kampus yang fasilitasnya tidak memungkinkan. Jadi kita sesuaikan dengan kampus,” jelas guru besar Universitas Gadjah Mada tersebut.

Yang jelas, dia menekankan, bahwa kampus melaksanakan PTM dengan tetap menerapkan prokes secara ketat baik di wilayah kampus maupun di wilayah sekitar. Terlebih bagi mahasiswa yang tinggal di kos-kosan. Pihaknya sendiri bakal mendorong setiap kampus untuk membuat SOP terkait kos-kosan ini guna mengantisipasi penularan Covid-19 pada mahasiswa.

”Ya jadi hati-hati lah meski melandai, kita semua tetap jaga-jaga agar tak meledak lagi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Mochamad Ashari mengungkapkan, untuk semester genap ini, pihaknya sudah menginstruksikan semua mahasiswa ITS berada di Surabaya. Nantinya, pelaksanaan pembelajaran bakal dilakukan dengan berbagai macam opsi. Tak hanya di kelas saja.

”Karena kalau masih kebijakan kuota 50 persen pasti tidak cukup. Jadi, boleh di luar kelas. Yang jelas semua sudah di Surabaya,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa sudah butuh untuk kembali ke kampus. Tidak hanya untuk kuliah di kelas, tapi juga kegiatan organisasi ataupun praktikum. Karenanya, pihaknya sudah meminta mahasiswa di luar daerah untuk datang ke Surabaya.

Diakuinya, pada semester lalu, kampus juga sudah dibuka. Perkuliahan dilaksanakan secara hybrid dengan kapasitas 50 persen. Namun, hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru di wilayah Surabaya dan sekitarnya saja. Mengingat di tahun lalu, kasus masih tinggi sehingga pergerakan pun sangat dibatasi. (mia/far/lyn/lum/JPG/r6)

  Editor : Baiq Farida
#perguruan tinggi #Pertemuan Tatap Muka #ptm penuh