Bagi masyarakat Lombok, bahkan Indonesia pada umumnya, MotoGP benar-benar bak cerita Cinderela. Betapa tidak, negara ini memang sangat gandrung dengan ajang balap motor paling bergengsi itu. Namun selama ini, kebanyakan kita hanya bisa menonton dari depan layar kaca.
Berkat usaha gigih berbagai kalangan, kini MotoGP benar-benar hadir di Indonesia. Namun tak banyak yang mengetahui, bahwa KEK Mandalika, yang mencakup area sirkuit, hotel, hamparan bukit, dan pantai di dalamnya hampir saja ditinggalkan pemerintah.
Taufan Rahmadi, pemerhati pariwisata Indonesia adalah salah satu orang yang mengetahui betul perjalanan sirkuit tersebut sedari awal. ”Saya ingat, 19 Agustus 2015 ada berita nasional, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli berbicara pariwisata nasional,” kata Taufan.
Benar saja, pada tanggal itu, sejumlah media nasional memang mengangkat tajuk yang dimaksud. Inti berita tersebut adalah, pemerintah mendorong tujuh destinasi top andalan Indonesia. ”Yang buat miris, Lombok tidak masuk,” kenangnya.
Seketika itu Taufan memutar otak. Setelah menghadap Gubernur HM Zainul Majdi, Taufan yang kala itu menjabat ketua BPPD NTB meminta izin menemui sang menteri. ”Saya tungguin tuh Pak Menteri, waktu itu lagi ada acara sama dubes Jepang,” ceritanya.
Tak disangka Rizal Ramli menerimanya dengan baik. Mereka bahkan sempat satu mobil. ”Saya duduk di depan bareng sopir, pak menteri di belakang, ajudannya malah disuruh pindah ke mobil patwal,” ujar Taufan.
Momen berkesan selama dalam kendaraan itu pun tak lupa diabadikannya. Kesempatan yang cukup singkat selama dalam kendaraan itu dimanfaatkan betul. Dia mempertanyakan mengapa Lombok, tak masuk destinasi andalan Indonesia yang akan dikembangkan. ”Saya jelaskan, di Lombok ini ada KEK Mandalika yang sudah dimulai sejak era Presiden SBY,” ujarnya.
Singkat cerita, mendengar pemaparannya, sang menko memberi harapan. Kepada Taufan, Rizal Ramli lantas meminta dipertemukan dengan gubernur. ”Sekembalinya dari Jakarta, langsung saya menghadap Pak TGB,” kenang Taufan.
TGB kata Taufan juga langsung merespons cepat peluang itu. Gubernur dan jajaran bergerak secara sistematis mendorong Mandalika masuk dalam destinasi utama.
Tak berselang lama, tepatnya 19 November 2015, TGB dan Rizal Ramli bertemu. Rekam jejak pertemuan itu masih dapat dijumpai dalam sejumlah portal media online.
”Akhirnya Rizal Ramli memasukkan Mandalika dalam 10 destinasi prioritas, atau yang dulunya disebut ”10 Bali Baru”, kita bersyukur sekali,” ujar Taufan.
Hal itu lantas ditindaklanjuti Menteri Pariwisata saat itu Arief Yahya dengan membentuk Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. ”Saya ditunjung sebagai PIC Mandalika,” kenang Taufan.
Salah satu ide pertamanya kala itu adalah mengusulkan pembangunan Masjid Mandalika. Diceritakan, saat itu dia bersama dirut ITDC menghadap Gubernur TGB. ”Kami minta kesediaan beliau member nama, dan dinamai Masjid Nurul Bilad, Mandalika,” ujarnya.
Singkat cerita, Mandalika pun berkembang seperti saat ini. Ide MotoGP disebutnya bermula dari Menteri Arief Yahya. Mantan menteri itu disebut taufan termasuk orang yang memiliki peranan penting. Awalnya, ada keingin untuk F1, namun dengan berbagai pertimbangan, diputuskan mendorong MotoGP dulu.
”Alhamdulillah, sekarang Marquez sudah bisa foto-foto di Mandalika,” kata Taufan lantas terkekeh.
Sebagai bagian dari pelaku sejarah Sirkuit Mandalika, Taufan mengingatkan, banyak andil berbagai kalangan yang tak boleh dilupakan. Mulai dari bupati terdahulu, gubernur terdahulu, menteri pariwisata terdahulu, menko maritim terdahulu, hingga presiden terdahulu.
"Ini benar-benar kerja besar dan kerja sama semua pihak," tutupnya. (*/r10) Editor : Baiq Farida