Proyek yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan itu, ada yang mendukung namun tidak sedikit menolak.
Gubernur NTB Zulkieflimansyah meminta masyarakat menyikapi rencana pembangunan dengan bijak. Keberadaan fasilitas berbasis teknologi itu justru akan memudahkan masyakat dalam menikmati kekayaan lingkungan, bukan merusak.
“Nanti kan ada kajian lingkungannya. Tentu (pada rencana pembangunan kereta gantung) catatannya bagaimana supaya tidak membahayakan lingkungan. Concern-nya kan jangan sampai hutan dirusak,” kata Gubernur.
Ide membangun jembatan ini sudah lama diungkapkan pada publik. Hanya saja berbagai hambatan muncul, salah satunya Pandemi Covid-19.
“Jangan sampai kita, belum ada kereta gantung aja sudah ribut melulu,” celetuknya.
Ide pembangunan kereta gantung selain diterjang isu lingkungan, juga mendapat penolakan dari para porter. Hal itu tidak ditepis Dr Zul akan berdampak sebagian pada para porter tapi tidak sampai keseluruhan.
Walaupun jasa porter tidak akan hilang sama sekali, terutama bagi para pendaki yang memungkinkan barangnya dibawa porter dengan pertimbangan khusus.
Teknologi dikatakan pada saat yang sama menutup peluang kerja, tetapi di sisi lain membuka kesempatan yang baru.
“Maka itu, menjadi tugas pemerintah dengan memberikan pelatihan, sehingga porter yang kehilangan pekerjaan mampu mendapatkan mata pencaharian baru. (Contoh) dulu kalau kita menolak pesawat karena takut kehilangan cidomo kan lucu,” ujarnya.
Pembangunan kereta Gantung merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Lokasi pembangunan kabarnya di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah menuju pelawangan Gunung Rinjani.
Proses konstruksi akan dimulai tahun ini. Investor saat ini sedang melakukan proses Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) serta studi kelayakan.
Investornya berasal dari China dengan nilai investasi mencapai Rp 100 miliar.
Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda di kesempatan berbeda memandang selama pembangunan kereta gantung baik bagi masyakat tidak ada persoalan. Yang penting komitmen pemerintah untuk memastikan warga masyakat mendapat kemanfaatan dari keberadaan fasilitas itu.
“Sepanjang itu baik bagi masyakat kita pasti mendukung,” katanya.
Terlebih keberadaan kereta gantung merupakan sebuah terobosan untuk mempermudah layanan wisata. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Gunung Rinjani.
“Jika wisatawan meningkat maka yang dapat menerima manfaatnya tentu masyakat sekitar,” tambahnya.
Potensi kunjungan wisatawan bisa datang dari para lansia yang secara usia sudah tidak mampu lagi melakukan pendakian. Tetapi sangat berharap bisa menikmati keindahan Gunung Rinjani.
“Kalau ada kereta gantung kan sangat membantu,” ujarnya.
Politisi Golkar itu optimis kereta gantung akan memberi manfaat besar bagi masyarakat. Bahkan bila ditilik dari perspektif untung rugi, Isvie meyakini kemanfaatannya lebih besar.
“Banyak tamu atau wisatawan yang datang, itu akan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat lebih banyak di dalamnya,” ujarnya.
Munculnya pro dan kontra dianggap hal yang wajar. Tugas pemerintah untuk melakukan sosialisasi dengan baik agar masyakat dapat menerima keberadaan kereta gantung dengan baik.
“Ya tinggal dijelaskan dengan baik, kalau bangunan tidak akan merusak tatanan yang ada, begitu juga budaya, adat istiadat. Karena kita tahu Rinjani tempat yang disakralkan,” pungkasnya. (zad/r2)
Editor : Administrator