Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sanksi Pemecatan terhadap Ferdy Sambo Dinilai Sudah Tepat

Administrator • Minggu, 28 Agustus 2022 | 22:28 WIB
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (tengah) usai menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri di Gedung Transnational Crime Center Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/8). (Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (tengah) usai menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri di Gedung Transnational Crime Center Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/8). (Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JAKARTA-Pakar hukum Universitas Trisakti Jakarta Abdul Fickar Hadjar menegaskan tindakan yang dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo merupakan perbuatan keji. Sehingga sanksi pemecatan atas tindakan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) sudah tepat.

“Dengan putusan pemberhentian tidak dengan hormat artinya perbuatan FS (Ferdy Sambo) dalam konteks profesi sudah perbuatan paling keji sehingga dihukum diberhentikan dengan tidak hormat,” ungkap Fickar, Minggu (28/8).

Hal itu, kata Fickar, sebagaimana putusan sidang etik yang digelar Komisi Kode Etik Polri (KKEP) untuk mengadili perilaku sehubungan dengan profesi atau pekerjaan seorang anggota Polri dengan putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

“Soal tepat tidaknya fakta yang sudah terjadi dan dipandang oleh dewan etik adalah perbuatan paling tidak etis, artinya sudah tepat hukuman yang diberikan kepada Ferdy Sambo,” ujarnya.

Fickar menyebut, bahwa masyarakat tinggal menunggu persidangan untuk mengadili Sambo dan empat tersangka lainnya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. “Tinggal menunggu persidangan pidana mengadili perbuatan yang dikualifikasi sebagai tindak pidana pembunuhan dengan rencana (Pasal 340 kuhp) jo Pasal 338 jo Pasal 55 jo 56 KUHP,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat (26/8), KKEP menjatuhkan sanksi PTDH atau pemecatan terhadap Irjen Ferdy Sambo karena melakukan pelanggaran berat Kode Etik Profesi Polri, yakni tindak pidana pembunuhan berencana Brigadir J.

“Pemberhentian dengan tidak hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” kata Ketua Komisi Kode Etik Polri sekaligus sekaligus Kepala Badan Intelijen Keamanan Komjen Pol. Ahmad Dofiri di Jakarta. (JPG) Editor : Administrator
#Sambo #Polri #pemecatan