Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kepala BP2MI Tegaskan Pemberatan TPPO Tak Berpengaruh Pada Penempatan PMI

Baiq Farida • Senin, 3 Juli 2023 | 11:17 WIB
LINDUNGI PMI: Kepala BP2MI Benny Rhamdani berswafoto dengan PMI yang akan dikirim ke Korea Selatan usai acara pelepasan mereka di Aula Abdurahman Wahid, Kantor  BP2MI, Jakarta, Ahad (2/7/2023).
LINDUNGI PMI: Kepala BP2MI Benny Rhamdani berswafoto dengan PMI yang akan dikirim ke Korea Selatan usai acara pelepasan mereka di Aula Abdurahman Wahid, Kantor BP2MI, Jakarta, Ahad (2/7/2023).
JAKARTA– Kerja keras dan konsisten terus ditunjukkan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Ini bentuk perhatian serius pemerintah terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah memberikan kontribusi besar sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar ke negara.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam sambutan saat pelepasan 152 orang PMI dengan skema G to G ke Korea Selatan.

‘’BP2MI tak pernah kenal lelah untuk bekerja bagi pekerja migran Indonesia. Di hari libur inipun, waktu untuk keluarga kita korbankan demi pekerja migran Indonesia. Kalian sebagai pahlawan devisa tentu akan selalu menjadi istimewa di mata negara,” kata Benny saat pelepasan PMI skema G to G ke Korea Selatan yang berlangsung di Aula Abdurahman Wahid, Kantor BP2MI, Jakarta, Ahad (2/7/2023).

Benny selalu mengulang pesan Presiden Jokowi yang terus menekankan bahwa pelindungan terhadap PMI harus maksimal dan tidak boleh satu orang pun boleh merendahkan mereka.

“Pak Presiden Jokowi berpesan bahwa lindungi PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki. Maka muliakan pekerja migran jangan rendahkan,” tegasnya.

Politisi Hanura itu juga merespons terkait penyesatan opini yang sengaja dikonstruksi untuk menihilkan upaya keras BP2MI untuk menyukseskan penempatan pekerja migran Indonesia.

Menurut Benny, praktek pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sudah tepat. Dan tak ada korelasinya dengan berkurangnya penempatan. Karena itu, dihadapan PMI, Ia menegaskan bahwa pemberantasan TPPO dengan isu miring yang sengaja diframing oleh pihak-pihak tertentu tidak akan mengganggu penempatan PMI.

“Kalian semua dalam acara pelepasan ini saya katakan isu miring yang dibentuk dan diframing terkait pemberantasan TPPO merintangi atau mengganggu penempatan, itu salah besar,” kata Benny.

“Tidak benar, buktinya sampai sekarang penempatan terus jalan. BP2MI pasti mendukung langkah preventif yang dilakukan Satgas TPPO ini,” tegas Benny.

Caleg daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat II itu membeberkan data untuk jumlah penempatan dari skema G to G yang lonjakannya sangat siginifikan. Untuk itu, dia meminta kepada pekerja migran Indonesia yang diberangkatkan ke Korea Selatan ini agar tetap bekerja dan menjaga nama baik Indonesia. Benny menyebut yang dilakukan Polri sudah tepat.

‘’Polri sudah bergerak dan menangkap mereka yang diduga kuat terlibat dalam praktek TPPO itu membuat sindikat kocar-kacir. Lalu antek-anteknya diminta bicara agar pemberantasan TPPO ini dihentikan. Inikan penghianat namanya. Kita sedang menyelamatkan rakyat yang diperjual-belikan, yang ditangkap itu calo, kaki tangan sindikat, dan mastermind-nya,’’ tuturnya.

Tak hanya itu, Benny meminta agar semua LSM/NGO bersatu mendukung langkah pencegahan agar tidak terjadinya human trafficking. Sikap profesional, peka terhadap penyelamatan yang dilakukan BP2MI telah ditunjukkan LSM besar yang diharapkan Benny memicu kekuatan lain untuk berkolaborasi.

‘’LSM besar memberi dukungan terhadap apa yang dilakukan Satgas TPPO ini. Tentu BP2MI dalam posisi mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan Mabes Polri yang diturunkan ke Polda-Polda seluruh Indonesia itu. BP2MI tengah serius membenahi, mengaktifkan, melancarkan tata kelola penempatan tapi disatu sisi dihalangi dengan hadirnya sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia, masa kita harus diam. Ya, tidaklah,’’ kata Benny.

Diakhir sambuatnnya, Benny berpesan agar pekerja migran Indonesia tetap bangga atas pekerjaan mereka. Dan tidak boleh ada perasaan minder ketika berada di Luar Negeri. Benny menyebut hal itu wajar dilakukan karena pemerintah Indonesia telah menempatkan pekerja migran Indonesia secara terhormat.

‘’Kalian harus berbangga sebagai pekerja migran Indonesia. Apalagi di era ini negara telah menempatkan kalian secara hormat. Derajat pekerja migran Indonesia diangkat. Sehingga tidak boleh bermental inlander. Kalian orang-orang hebat, negara seperti Korea Selatan membutuhkan kalian,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan pelepasan pekerja migran Indonesia kali ini adalah Kepala Pusat Data dan Informasi Yana Anusasana Dharma Erlangga, Direktur Mocharom Ashadi, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Firdaus Zazali, Direktur Lismia Elita, Kepala Biro Hukum dan Humas, Hadi Wahyuningrum, dan Kepala Biro Keuangan dan Umum, Indra. (bng/r10) Editor : Baiq Farida
#Benny Rhamdani #BP2MI #pekerja migran Indonesia (PMI)