MATARAM-BPJamsostek hingga Juni 2023 ini sudah menyalurkan jaminan hari tua (JHT) senilai Rp 208,6 miliar. ”Penyaluran ini kepada 14.779 klaim JHT yang dilakukan oleh peserta BPJamsostek NTB,” kata Kepala BPJamsostek NTB Boby Foriawan pada media, Kamis (13/7).
Ia mengatakan jaminan kecelakaan kerja (JKK) yang sudah disalurkan sebanyak Rp 3,34 miliar. Dengan jumlah klaim mencapai 180 kasus. Sedangkan jaminan kematian (JKM) tersalurkan mencapai Rp 7,48 miliar dengan 239 klaim. ”Jaminan Pensiunan (JP) sudah kami salurkan Rp 1,4 miliar dengan 216 kasus,” tuturnya.
Ia pun mengurai jumlah kepesertaan yang terus meningkat hingga Juni 2023. Kepesertaan dari perusahaan mencapai 3.418 orang. Kepesertaan dari tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) mencapai 44.405 orang. Sedangkan tenaga kerja penerima upah (PU) mencapai 113.570 orang. ”Kini kita mengupayakan kepesertaan itu dari koperasi, UMKM, kerja sama dengan Bulog NTB untuk mitra-mitra yang ada di bawah Bulog NTB, aparat desa, BUMDes, RT/RW. Khususnya juga kami sangat mendorong kepesertaan tenaga kerja yang ada di bawah naungan Kementerian Agama misalnya pengajar-pengajar madrasah,” imbuhnya.
Kabid Kepesertaan BPJamsostek NTB Syarifudin mengatakan sasaran kepesertaan terus digenjot. Termasuk juga melalui Agen Perisai BPJamsostek untuk meningkatkan kepesertaan tersebut. ”Semua pekerjaan baik negeri, swasta atau lainnya sangat berpotensi risiko dalam bekerja jadi perlu dilindungi,” tambahnya. (nur/r9)
Editor : Galih Mps