Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sukses Lima Tahun Industrialisasi Bang Zul-Umi Rohmi

Halil E.D.C • Senin, 18 September 2023 | 08:37 WIB
Hj Nuryanti
Hj Nuryanti

PROVINSI NTB memiliki kekayaan alam yang melimpah. Provinsi yang terdiri dari dua pulau, yakni Lombok dan Sumbawa ini memiliki ragam suku, ras, dan budaya. Kekayaan alam ini tentu harus dimanfaatkan dan dikelola sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat hingga pembangunan daerah.

Dalam lima tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Dr H Zulkieflimansyah, SE., M.Sc dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, rancang pembangunan industrialisasi menjadi prioritas. Saat rehabilitasi dan rekonstruksi gempa Lombok 2018, pandemi Covid-19 di tahun 2020, serta new normal 2021, membuatnya menjadi sedikit lebih berat. Karena semua kemampuan dialokasikan untuk recovery gempa dan Covid-19.

Kendati demikian, sikap optimisme Pemprov NTB terhadap proses pemulihan terbilang cukup masif di berbagai sektor. Karena Pemprov NTB mengandalkan industrialisasi sebagai proses pemulihan ekonomi. Dan pada pertengahan 2020 hingga 2021, NTB mulai bangkit dengan ekosistem industri.

Hasilnya, tercatat dalam program JPS Gemilang, sekitar 4.673 IKM/UMKM di NTB ikut berkembang karena terlibat dalam pemulihan ekonomi.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti mengungkapkan target demi target dalam mencapai tujuan pembangunan daerah melalui program industrialisasi. “Industrialisasi yang kami gaungkan selama lima tahun, bukan industrialisasi membangun pabrik besar, merancang mesin pengolahan yang besar. Memang walaupun semua itu kita dambakan tapi yang menjadi fokus kami saat ini dan lima tahun berjalan ialah mulai dari hal yang sederhana. Antara lain, membangun pondasi industrialisasi hingga menciptakan hal baru dari yang sederhana menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Hj Nuryanti.

Pertumbuhan ekonomi di NTB pada triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 7,76 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 22,29 persen.

Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 187,28 persen. Data Badan Pusat Statistik itu menunjukan perkembangan yang sangat signifikan pada lapangan usaha dan produksi, penyediaan akomodasi dan makan minum serta sektor industri lainnya.

“Artinya, dengan metode ekosistem industri melalui program JPS Gemilang merupakan proses awal untuk menunjukkan perkembangan ekonomi NTB, melalui operasional UKM/UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Karena semakin menggeliatnya industri di NTB, Gubernur NTB Bang Zul mengambil langkah pertama dari jalan panjang lima tahun yang akan dilalui. Yakni menginisiasi penyusunan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) NTB.

Nuryanti menyampaikan, RPIP adalah peta jalan industrialisasi NTB selama 20 tahun ke depan. Dan pada 27 Desember 2021 disahkan Perda Provinsi NTB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi NTB Tahun 2021–2041.

Nuryanti menjelaskan, ada enam sektor industri prioritas dalam RPIP. Yaitu industri pangan; hulu agro; permesinan dan alat transportasi; hasil pertambangan; kosmetik, farmasi herbal dan kimia; dan ekonomi kreatif.

Dari enam sektor industrialisasi tersebut, industri pangan tahun 2020 telah menorehkan sejumlah capaian. Meski baru dalam proses peletakan pondasi. Capaian industri pangan dimulai dari kegiatan standardisasi dan sertifikasi olahan pangan lokal (halal, merek, BPOM PIRT, dan uji laboratorium produk lainnya).

Kemudian pelibatan IKM NTB dalam penyediaan program JPS Gemilang mengurangi dampak Covid-19. Kemudian bimbingan teknis dan pendampingan bersama BPPOM untuk pangan lokal dalam kemasan/kaleng ayam rarang, ayam taliwang, sate rembiga, sate pusut, serta olahan hasil pertanian/perkebunan, perikanan/kelautan dan juga peternakan.

Industri hulu agro, juga mulai menampakkan capaian. Industrialisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti minyak atsiri, minyak cengkeh, minyak kayu putih dan lainnya. Terutama pembangunan pabrik pakan terbesar di NTB (Feedmill) yang berlokasi di BRIDA NTB.

Industri permesinan alat transportasi juga telah mencatatkan sejumlah hasil karya putra putri NTB. Di antaranya pengembangan kendaraan listrik Le-Bui, Matric–B, dan ngebUTS. Berkembangnya aneka mesin-mesin teknologi sederhana dari IKM untuk IKM. Prototype dan bimtek pembuatan mesin-mesin untuk mendukung program zero waste, kampung unggas (mesin pakan, penetas telur dll), mesin-mesin untuk pakan ternak (pencacah rumput untuk pakan), dan mesin olahan makanan maupun penyulingan essens oil.

Industri hasil pertambangan, fokus menyiapkan segala sumber daya untuk program industri turunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat. Sementara hasil industri kosmetik, farmasi herbal dan kimia antara pengembangan industri kosmetik dan farmasi herbal (organik Lombok dan teh kelor). Pendampingan pembuatan APD (Alat Pelindung Diri) buatan IKM, standardisasi produk dan bantuan peralatan bagi IKM kosmetik, farmasi herbal dan alat kesehatan.

Khusus ekonomi kreatif sudah mulai menggeliat dan melibatkan kaum milenial sebagai motor penggeraknya. Di dalamnya terdapat moslem fashion industry, pelatihan pewarna alam untuk kain tenun. Bimtek tenun menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), festival desiner tenun Lombok Sumbawa, fashion show tenun di tingkat nasional.

Begitu juga untuk kerajinan, dikembangkan pula industri penyamakan kulit sapi, pengolahan sampah plastik dan pengolahan limbah serabut kelapa, IG mutiara dan IG ketak. Dari enam sektor industri prioritas tersebut, Dinas Perindustrian NTB tetapkan tiga icon industrialisasi sebagai fokus utama. Yakni fashion muslim industry, industri kosmetik, dan industri kuliner legend kemasan steril.

Dari tiga sektor industri prioritas tersebut, muslim fashion industri pasti termasuk dengan kerajinan seperti tas, sepatu, perhiasan dan yang lainnya. Selanjutnya branding kuliner legend yang dikemas dengan kemasan steril yang bisa bertahan enam bulan bahkan lebih juga membutuhkan industri mesin.

Kosmetik berbahan baku lokal yang bisa menggandeng produk pertanian lokal. Saat ini, tiga icon industrialisasi ini sedang fokus untuk produksi massal yang memang butuh dan pasar global menjadi target besar Pemprov NTB.

Dalam melakukan pengembangan program percepatan industrialisasi, Pemprov NTB melalui Dinas Perindustrian NTB melakukan banyak inovasi pembangunan. Antara lain Simanis (Sistem Manajemen Informasi Industri) NTB. Ini adalah sebuah aplikasi berbasis android yang memudahkan bagi pelaku usaha industri untuk mengakses bantuan pembiyaan dan permodalan di perbankkan syariah di NTB yang diawasi langsung OJK.

Simanis menjadi database centre IKM se NTB sehingga memudahkan bagi stakeholder dalam melakukan pemetaan program, pembinaan, dan pemberdayaan IKM.

Selanjutnya pembangunan kawasan industri halal atau NTB Halal Industrial Park (NTB HIP). Yakni kawasan industri yang didefinisikan sebagai tempat pemusatan bagi aktivitas atau kegiatan industri di NTB yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana hingga fasilitas lain yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri.

NTB Exploration dan iDOORS dikhususkan untuk starUp business, pelaku IKM, dan IKM yang menargetkan ketaraf manajemen yang profesional. iDOORS adalah satu- satunya program one-stop-development bagi pengusaha dalam cakupan industri yang akan memenuhi kebutuhan pengembangan usaha hingga tahap profesional equity crowd funding hingga go public.

Selanjutnya pengembangan keandaraan listrik seperti mobil balap listrik, cidomo listrik, e-boat listrik, mobil pengangkut sampah, sepeda listrik, dan kendaraan berbasis energi surya.

Kuliner legend dalam kemasan steril, dan rumah produksi kosmetik herbal dan alat kesehatan. Dan industri permesinan buatan lokal dengan total 69 mesin yang sudah test report.

Adapun capaian hingga inovasi pada sektor industri antara lain, NTB HIB, Simanis, Desa Industri, E-Kemasan, Kuliner Legend, dan Kendaraan Listrik. Ada juga capaian lainnya pada sektor industri kecil menengah dari tahun 2019-2022.

Pada tahun 2019 terdapat 56 unit/IKM, 2020 berjumlah 58 unit/IKM, 2021 berjumlah 60 unit/IKM dan 2022 berjumlah 61 unit/IKM.

Kemudian dilanjutkan dengan karakteristik IKM dan sektor industri Provinsi NTB. Antar lain total IKM berjumlah 25.839, tenaga kerja sektor industri berjumlah 93.970 orang, pelaku IKM baru 4120 IKM, industri kecil 20.648 unit, industri menengah 4 unit, industri besar 30 unit, sertifikasi halal 100 IKM, sertifikasi HAKI 246 IKM, sertifikasi SNI 24 IKM, dan sertifikasi test report 46 IKM.

Selanjutnya pertumbuhan industri, IKM yang memiliki sertifikat, hingga nilai investasi industri selama lima tahun. Yakni pertumbuhan industri, sertifikat kompetensi, dan nilai envostasi dalam sektor industri di NTB terus meningkat.

Selain investasi industri dan/atau pertumbuhan industri, IKM yang dibina Dinas Perindustrian NTB sekitar 10 IKM naik kelas. IKM naik kelas ini merupakan hasil jerih payah serta bimbingan dan arahan langsung dari Dinas Perindustrian NTB.

IKM naik kelas merupakan IKM yang naik klasifikasinya dari IKM kecil menjadi IKM kelas menengah. Klasifikasi yang dimaksud di antaranya peningkatan jumlah tenaga kerja dan jumlah nilai investasi. Bahkan IKM naik kelas ini telah mampu secara mandiri baik ekonomi, pengelolaan, serta dari segi formalitas usaha dan tenaga kerja.

Nilai investasi sektor industri permodalan, investasi, proses produksi, standardisasi produk, distribusi hingga pemasaran menjadi ekosistem ekonomi dan bisnis yang berkelanjutan.

IKM kaik kelas ini, di antaranya CV Tri Jaya Utami, Lombok Organic, PT Yola Pribumi, Sate Rembige Goyang Lidah, Ayam Taliwang Beca Bero, CV Putra Jaya Kencana, UD Bina Kreatif Remaja, CV Miyaz Mitra Abadi, dan Bengkel Las Kaisar.

Perjalanan industrialisasi memang cukup berat. Pasca gempa bumi 2018, tantangan dan ujian kembali datang, ketika pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh belahan dunia. NTB merasakan dampak sulitnya sejak awal 2020.

Namun, dampak ekonomi bisa diminimalisir. Bang Zul-Umi Rohmi dengan kebijakannya menyalurkan JPS Gemilang, program bantuan yang menyokong masyarakat ekonomi bawah dan menengah, untuk meringankan beban melewati masa pandemi.

Bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19 adalah tantangan dan ujian, yang justru menguatkan karakter NTB sebagai buah daerah kecil di timur Nusantara.

Dan keberhasilan Bang Zul-Umi Rohmi menangani tantangan itu semacam dengan visi revolusioner yang penuh terobosan dan inovasi. Duet kepemimpinan dua Doktor ini mengubah orientasi pembangunan, disaat yang sama bergulat dengan perubahan global dengan segenap dinamika masyarakatnya. (lil)

Editor : Haliludin