LombokPost-Persiapan untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2023 juga terus dilakukan Pemprov NTB. Selasa (11/10), Dinas Perhubungan (Dishub) NTB memantapkan skenario lalu lintas dan akomodasi untuk penonton.
“Kami menyiapkan fasilitas bagi masyarakat untuk bisa menyaksikan event MotoGP. Insya Allah tidak ada penonton yang telantar,” kata Kepala Dishub NTB Lalu Mohammad Faozal, kemarin.
Untuk mendukung kelancaran pergerakan penonton, Dishub NTB sudah menyiapkan 55 shuttle bus. Nantinya kendaraan ini akan terbagi pada dua koridor. Yakni Eks bandara Selaparang dan Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
Untuk koridor Eks Bandara Selaparang disediakan 10 unit bus besar, 10 unit bus sedang, dan 30 unit Hiace. Kemudian pada koridor BIZAM disediakan 5 unit Hiace. Jam operasional dari semua shuttle untuk melayani penonton mulai pukul 7 pagi sampai 10 malam.
“Akan ada tiga kali dari eks Bandara Selaparang menuju Mandalika,” terangnya.
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan, pihaknya juga mengerahkan personel Dishub NTB sebagai PIC untuk masing-masing bus. Kemudian di setiap pos sudah disiapkan traffic kontrol untuk mengontrol pergerakan shuttle bus.
Semua driver atau pengemudi sudah siap untuk melakukan pengecekan oleh Dinas Kesehatan (Dikes) NTB hari ini. Sebagai penanda, setiap driver diberikan pakaian dan ID card.
Driver juga diberikan sarapan, makan siang, dan makan sore. Akan ada uang saku untuk driver per hari. Untuk driver Hiace dan bus sedang Rp 250 ribu dan untuk bus besar Rp 300 ribu.
Terkait dengan BBM akan disediakan juga oleh Dishub NTB melalui Pertamina. Untuk jumlah per transportasi masih didiskusikan bersama driver. “Intinya tidak ada yang susah. Kalau ada apa-apa langsung hubungi dishub,” ucapnya.
Dishub juga melakukan Tactical Floor Game (TFG) manajemen transportasi dalam kesiapan sarana dan prasarana lalu lintas MotoGP 2023. Dijelaskan, untuk keberangkatan shuttle bus yang melayani di koridor eks Bandara Selaparang sudah ditempelkan stiker. Untuk penonton yang menaiki bus dengan kode tiket D, E,F, G dan general admition berwarna biru, mulai bergerak dari Jalan Udayana.
Kemudian dari Udayana simpang 4 AMM-simpang 3 belakang Kejati-simpang 4 Seruni-simpang 4 Malomba-Bundaran Jempong-Jalan Bypass I-Jalan Bypass BIL Mandalika. Dan akan berakhir di parkir timur 1 Sirkuit Mandalika dengan jarak tempuh pergi pulang (PP) sekitar 101 Km dengan waktu tempuh PP sekitar 132 menit. Headway pada jam sibuk 30 menit dan headway pada jam tidak sibuk 45 menit.
Untuk penonton yang menaiki bus dengan kode tiket A, B, C, dan H berwarna merah, mulai bergerak dari jalan udayana simpang AMM-simpang 3 belakang Kejati- simpang 4 Seruni-simpang 4 Malomba Bundaran Jempong-Jalan Bypass I-Jalan Bypass BIL Mandalika-Bundaran Sunggong. Dan akan berakhir di parkir timur 2 Sirkuit Mandalika dengan jarak tempuh PP sekitar101 km, waktu tempuh PP sekitar 132 menit, headway pada jam sibuk 30 menit dan headway pada jam tidak sibuk 45 menit.
Untuk penonton yang menaiki bus dengan kode tiket I,J, dan K berwarna hijau mulai bergerak darí Jalan Udayana-simpang 4 AMM-simpang 3 belakang Kejati- simpang 4 Seruni-simpang 4 Malomba-Bundaran Jempong-Jalan Bypass I-Jalan Raya Sengkol dan akan berakhir di parkir Masjid Nurul Bilad dengan jarak tempuh PP sekitar 106 km dengan waktu tempuh PP sekitar 137 menit, headway pada jam sibuk 30 menit dan headway pada jam tidak sibuk 45 menit.
“Nanti ada sign box yang ada tulisan shuttle, di sana tempat menurunkan penumpang,” jelas Faozal.
Untuk penonton dari koridor BIZAM yang menaiki bus dengan kode tiket D, E, F, G dan general admition berwarna biru mulai bergerak dari Bypass BIL Mandalika menuju parkir timur 1 dengan jarak tempuh PP sekitar 30 km dengan waktu tempuh PP 125 menit. Headway pada jam sibuk 10 menit dan headway pada jam tidak sibuk 15 menit.
Untuk penonton yang menaiki bus dengan kode tiket A, B, C, dan H berwarna merah mulai bergerak dari Bypass BIL Mandalika-Bundaran Sunggong (belok kiri) dan berakhir di parkir timur 2 dengan jarak tempuh PP sekitar 30 km dengan waktu tempuh PP sekitar 25 menit. Headway pada jam sibuk 10 menit dan headway pada jam tidak sibuk 15 menit.
Untuk penonton yang menaiki bus dengan kode tiket I, J, dan K berwarna hijau mulai bergerak dari Jalan Raya Sengkol-menuju parkir barat Masjid Nurul Bilad jarak tempuh PP sekitar 35 km dengan waktu tempuh PP sekitar 30 menit. Headway pada jam sibuk 10 menit dan headway pada jam tidak sibuk 15 menit.
“Kode I, J, dan K ini nanti penumpangnya akan turun di Masjid Nurul Bilad. Nanti akan ada shuttle dalam yang mengangkut penonton ke gate,” jelasnya.
Keberangkatan terakhir shuttle bus dari setiap koridor pukul 13.00 Wita. Kemudian seluruh armada shuttle bus akan didorong menuju ke Mandalika untuk melayani kepulangan penonton.
Faozal juga mengingatkan beberapa imbauan terkait kelancaran lalu lintas. Untuk mengihndari kemacetan di Kawasan Mandalika, penonton diimbau menggunakan transportasi roda dua. Yang kedua, selama event masyarakat tidak melakukan wisata ke Kawasan Mandalika kecuali yang menonton. Dan yang terakhir pergerakan kendaraan logistik akan dibatasi mulai dari tanggal 12-16 Oktober. (cr-chi/r5)
Editor : Rury Anjas Andita