Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Front Persaudaran Islam Kecam Kerusuhan di Bitung, Tuntut Kapolres Dicopot

Kimda Farida • Minggu, 26 November 2023 | 08:16 WIB
ANARKIS: Kerusuhan yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Sabtu (25/11). (Tangkapan layar Twitter)
ANARKIS: Kerusuhan yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Sabtu (25/11). (Tangkapan layar Twitter)

LombokPost--Insiden persekusi yang dilakukan sejumlah anggota salah satu ormas di Sulawesi Utara terhadap seorang peserta aksi Bela Palestina di Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Sabtu (25/11) memantik amarah masyarakat.

Kerusuhan ini juga mengakibatkan satu unit ambulans milik salah satu organisasi kemanusiaan di aksi Bela Palestina tersebut ikut dirusak massa. Sempat terjadi ketegangan antara kedua belah pihak yang sama-sama melakukan aksi di hari yang sama, yaitu Ormas Manguni Masakiouw yang menggelar parade kawsaran massal dan Barisan Solidaritas Muslim Indonesia yang melaksanakan parade dan doa untuk kemerdekaan Palestina.

Front Persaudaraan Islam (FPI) pun mengambil sikap atas insiden berdarah tersebut. Mereka mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang dituangkan dalam beberapa tuntutan. 

FPI mengutuk dan mengecam serangan yang dilakukan para anggota ormas tersebut. Mereka menuntut para provokator ditangkap karena teah merusak toleransi antarumat beragama dan menyulut konflk horizontal.

FPI juga mengutuk pengibaran bendera Zionis Israel yang dilakukan beberapa oknum anggota ormas karena telah melanggar Permenlu No 3 Tahun 2019 yang berisikan larangan mengibarkan bendera Zionis Israel di Indonesia.

Mereka juga mengecam sikap aparat yang terkesan membiarkan bahkan melindungi pelaku kerusuhan. FPI menuntut kapolres Bitung dicopot karena dianggap tidak mencegah terjadinya serangan terhadap peserta aksi Bela Palestina.

Surat ini dikeluarkan Sabtu (25/11) yang ditandatangani Dewan Pimpinan Pusat FPI.

Sementara itu, sejumlah pemuka agama yang tergabung di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bitung juga memberi pernyataan sikap mereka, Sabtu (25/11) tengah malam. Dalam video yang beredar di media sosial dengan durasi hampir satu menit itu beberapa tokoh agama berkumpul membacakan berita acara yang telah ditandatangani. 

Mereka menyatakan saat ini Kota Bitung dalam kondisi aman dan damai. FKUB juga sepakat menangkal berita bohong dan yang sifatnya memprovokasi.

FKUB juga menyebut masyarakat Adat Minahasa dan Barisan Solidaritas Muslim Indonesia sepakat bersatu dan memastikan tidak ada konflik lagi. Mereka juga akan mengedepankan kedamaian dalam segala hal. (ksj)    

Editor : Kimda Farida
#Kerusuhan #sulawesi utara #Manguni #bitung