Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peringati Hari Pers Nasional, Menkomninfo Bagikan Kiat-Kiat Perusahaan Media Hadapi Tren AI

Alfian Yusni • Senin, 19 Februari 2024 | 11:59 WIB
Menkominfo Budi Arie Setiadi. (foto: kominfo)
Menkominfo Budi Arie Setiadi. (foto: kominfo)

LombokPost-Dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 yang berlangsung hybrid dari Jakarta Utara, Senin (19/2), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi membagikan kiat-kiat untuk perusahaan-perusahaan media agar tetap eksis di tengah perkembangan tren kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI).

"Pertama, berinovasi dalam proses bisnis agar tetap bersaing,'' ujar Budi.

Media, lanjut dia, harus menggunakan cara baru untuk meningkatkan pelanggan platform dan menarik lebih banyak pelanggan dengan akses premium.

''Saat ini media tengah melewati fase ketiga dari disrupsi digital yaitu melewati perkembangan teknologi AI,'' jelas Budi dalam acara dengan tajuk "Konvensi Nasional Media Massa: Pers Mewujudkan Demokrasi di Era Digital" itu.

Kiat berikutnya,  Budi mengajak perusahaan media untuk mengadopsi teknologi baru termasuk AI agar dapat dimanfaatkan sebagai peluang menumbuhkan bisnis dan berkarya dengan lebih optimal.

 ''Ada berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan AI sebagai pengelola untuk perusahaan media melakukan diversifikasi saluran baik melalui layanan instant messaging dan video,'' jelasnya.

Selain itu, media juga harus meningkatkan kemampuan skill karyawan. '' Upskilling ini diperlukan untuk menghadapi tantangan dan peluang yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi," kata Budi.

Yang terakhir, Budi menyarankan agar perusahaan media bisa menghadirkan konten-konten baru mengikuti perkembangan digitalisasi seperti membuat siniar atau podcast.

''Hal itu dapat memudahkan masyarakat untuk lebih mudah mengakses karya jurnalistik yang bisa dipercaya informasinya,'' terang Budi.

Pendiri Projo ini optimistis jika perusahaan media melakukan keempat hal tersebut dengan berkesinambungan, maka hadirnya AI sebagai bagian dari disrupsi digital bukan suatu penghalang tapi menjadi peluang untuk media bertumbuh.

Budi kemudian menyebutkan pada data yang dirilis Asosiasi Surat Kabar dan Penerbitan Berita Dunia (WAN-IFRA) yang menyebutkan pendapatan industri pers global bernilai 112,4 miliar dolar AS pada 2021-2022 dan meningkat hingga 13.55 persen menjadi 130,02 miliar AS pada laporan 2022-2023.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa media tetap bertumbuh di tengah berlangsungnya disrupsi digital, dan menurut Budi hal itu diharapkan tetap menjaga optimisme media nasional untuk tetap eksis.

"Hal ini saya harapkan dapat membangkitkan nafas optimisme bagi rekan-rekan media semua apalagi tersedia banyak langkah bagi perusahaan-perusahaan pers menghadapi disrupsi teknologi," ujar Budi.

Editor : Alfian Yusni
#hari pers naional #Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) #artificial intelegence #ai #Budi Arie Setiadi