Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

15 Juta Penerima Manfaat Makanan Bergizi Gratis, Butuhkan 3 Juta Liter Susu Perhari

nur cahaya • Senin, 18 November 2024 | 17:30 WIB
CEK PABRIK SUSU: Perwakilan Kementerian Koperasi saat melakukan pengecekan pabrikan susu segar, beberapa hari lalu. Kemenkopukm For Lombok Post
CEK PABRIK SUSU: Perwakilan Kementerian Koperasi saat melakukan pengecekan pabrikan susu segar, beberapa hari lalu. Kemenkopukm For Lombok Post

LombokPost-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diluncurkan pada Januari 2025 diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi 15 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Salah satu komponen utama dari program dari Prabowo-Gibran ini adalah susu segar, yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Dilansir dari laman Kemenkopukm, Pemerintah berkomitmen untuk memastikan penyerapan produksi susu lokal terutama dari koperasi.

“Tidak perlu takut soal pasar, kan sudah diciptakan dengan adanya program MBG ini. Justru kita saat ini kekurangan pasokan susu, maka kita akan amankan produksi susu dalam negeri untuk kebutuhan MBG," kata Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi dalam keterangannya.

Budi pun mengurasikan berdasarkan data Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), rata-rata produksi harian susu segar mencapai 1,23 juta liter per hari. Sementara kebutuhan untuk memenuhi program MBG sekitar 3 juta liter per hari. Ada gap yang harus dipenuhi peternak atau koperasi susu nasional dengan meningkatkan produktivitas susu sapi perah. Namun di sisi lain Menkop Budi Arie menyadari upaya peningkatan produktivitas susu terkendala beberapa hal seperti jumlah sapi yang terus berkurang. Sebelum kasus Penyakit Mulut Dan Kaki (PMK) populasi sapi sebanyak 239.196 ekor, namun kini tersisa 214.878 ekor.

Merespons hal itu, Kemenkop akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi peternak sapi di Indonesia. Bahkan Menkop akan langsung menyampaikan permasalahan ini kepada Presiden Prabowo Subianto agar ada kebijakan afirmatif sehingga kekurangan produksi susu nasional bisa segera teratasi.

"Saya optimis program MBG ini menjadi momentum kebangkitan koperasi susu, maka mari bersama-sama meningkatkan produktivitas agar kebutuhan dalam negeri tidak selalu dipenuhi dari impor," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris GKSI Unang Sudarma mengatakan permasalahan yang dihadapi peternak sapi perah yang paling umum terjadi adalah sulitnya menjaga tingkat kesegaran dan kualitas susu. Ini dikarenakan harus disimpan dalam ruang pendingin pada suhu 4 derajat. Selain itu peternak juga terkendala lambannya proses regenerasi akibat minat generasi muda untuk beternak semakin berkurang. Mayoritas mereka lebih tertarik untuk bekerja di sektor formal. Selanjutnya masalah kekurangan sapi perah menjadi persoalan utama, sehingga produktivitas susu sapi perah sulit ditingkatkan.

"Itu sejumlah masalah yang kami hadapi terutama oleh peternak, kami harap Pak Menteri (Budi Arie Setiadi) berkenan memperjuangkan untuk kami semua," kata Unang. (nur)

 

 

 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#prabowo #bergizi #susu #Mbg #gratis #gibran #program #makanan