Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Batal Dicabut, Subsidi Energi Pakai Skema BLT

nur cahaya • Sabtu, 30 November 2024 | 10:07 WIB
Aktivitas pengisan bahan bakar di SPBU di Rest Area KM 725 Tol Surabaya Mojokerto beberapa waktu lalu.  PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS
Aktivitas pengisan bahan bakar di SPBU di Rest Area KM 725 Tol Surabaya Mojokerto beberapa waktu lalu. PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS

 

LombokPost-Pemerintah memastikan subsidi energi tidak dicabut. Selanjutnya, berdasar pembahasan tim penggodok kebijakan subsidi energi, skema penyalurannya diubah agar lebih tepat sasaran.

Ketua Tim Penggodok Kebijakan Subsidi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan telah melaporkan hasil rapat koordinasi perdana antar kementerian/lembaga terkait subsidi tepat sasaran kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan terkait subsidi sektor energi akan diumumkan oleh presiden.

”Saya sebagai ketua tim membuat alternatif tentang subsidi yang tepat sasaran. Jadi, isunya, saya ingin menyampaikan kepada teman-teman bahwa tetap subsidi itu tidak dicabut. Tetap semuanya ada subsidi,” tegasnya di Jakarta Kamis (28/11).

Presiden Prabowo, kata Bahlil, ingin memastikan bahwa penerima subsidi adalah masyarakat yang tepat. ”Kami juga ingin memastikan bahwa yang menerima ini betul-betul tepat sasaran. Kalau ditanya kapan akan diumumkan, nanti lihat hari dan tanggal yang baik,” jelas mantan menteri investasi itu.

Bahlil menambahkan, salah satu opsi skema subsidi yang dilaporkan kepada presiden adalah opsi blending. Yakni, subsidi diberikan kepada barang dan sebagian lainnya dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT). Skema itu disebutnya untuk menggairahkan daya beli masyarakat dan memastikan subsidi tepat sasaran.

Menurut Bahlil, saat ini data penerima subsidi telah dikaji sehingga data yang digunakan akan seragam. ”Selama ini kan kita tahu, seperti beberapa hari lalu saya sampaikan, bahwa subsidi ini ditengarai sebagian tidak tepat sasaran. Yang berhak mendapat subsidi inilah saudara-saudara kita yang memang, mohon maaf, ekonominya menengah ke bawah. Dan, setelah kita exercise oleh BPS, sekarang sudah satu data. Yang pertama, kita pastikan adalah satu data,” tegasnya. (dee/fal/JPG/r5)

Editor : Redaksi Lombok Post
#energi #Skema #BLT #sasaran #Subsidi #tepat