Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akhir Tahun OJK Proyeksikan Pertumbuhan di Atas 5 Persen, Kualitas Kredit Perbankan Tetap Terjaga

nur cahaya • Minggu, 15 Desember 2024 | 20:58 WIB

 

 

OJK
OJK

LombokPost-Stabilitas sektor jasa keuangan terjaga di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan perbaikan aktivitas perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun diproyeksi masih mampu mencatatkan angka di atas 5 persen pada akhir tahun.

      Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memaparkan, kondisi kemenangan Donald Trump dan Partai Republik Amerika Serikat diperkirakan akan meningkatkan tensi perang dagang.

      “Ditambah, ketidakstabilan geopolitik di beberapa negara terutama di Asia dan Eropa serta Timur Tengah dan secara khusus di Ukraina juga meningkatkan psikologi geopolitik itu sendiri," ujar Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Jumat (13/12).

      Di tengah perkembangan itu, Mahendra menuturkan bahwa kinerja perekonomian global secara umum masih lebih baik daripada ekspektasi di mayoritas negara-negara utama. Tak hanya itu, investor cenderung menarik dananya dari emerging market sehingga, mendorong pelemahan mayoritas pasar emerging market, baik di saham, obligasi maupun nilai tukar.

      Di domestik, Mahendra optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 akan tetap berada di atas 5 persen. Keyakinan tersebut tetap besar meskipun banyak tantangan global yang saat ini tengah dihadapi Indonesia.

Menurut dia, kinerja ekonomi dalam negeri masih terjaga stabil, dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tercatat sebesar 4,95 persen. Secara kumulatif dari kuartal I hingga III 2024 tercatat sebesar 5,03 persen. Angka itu menunjukkan tren positif dan mencerminkan potensi untuk mencapai pertumbuhan di atas 5 persen pada akhir tahun.

      “Kinerja perekonomian masih terjaga stabil dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III tercatat sebesar 4,95 prsen, dan pertumbuhan kumulatif dari kuartal I-III tahun 2024 sebesar 5,03 persen, sehingga, pertumbuhan keseluruhan 2024 dapat dipertahankan diatas 5 persen,” urai Mahendra.

      Selain itu, neraca pembayaran Indonesia pada kuartal III tercatat surplus, yang menunjukkan bahwa ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal itu mencerminkan stabilitas perekonomian yang penting, mengingat ketegangan geopolitik global yang masih tinggi. Selain itu, inflasi Indonesia juga terpantau stabil, dengan inflasi pangan yang terkendali, memberikan gambaran positif bagi daya beli masyarakat.

      Masih di lingkup domestik, kinerja kredit perbankan mengalami pertumbuhan dua digit sebesar 10,92 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) per Oktober 2024. Jumlah itu sedikit naik dari angka per September lalu.

      “Kinerja intermediasi perbankan masih tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga hingga akhir Oktober 2024, “ ucap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae

      Dia menambahkan, kualitas kredit perbankan tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto sebesar 2,20 persen. Sementara, rasio NPL bruto pada September yang lalu tercatat sebesar 2,21 persen.

Kinerja Kredit Perbankan

Indikator                                                             September 2024               Oktober 2024

Pertumbuhan kredit                                             10,85 persen                      10,92 persen

Pertumbuhan dana pihak tiga                                6,74 persen                        7,04 persen

NPL bruto                                                            2,21 persen                        2,20 persen

NPL neto                                                             0,78 persen                        0,77 persen       

Sumber : OJK

(agf/dio/JPG/r5)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#pertumbuhan #Perekonomian #geopolitik #Ekonomi #dagang #OJK #perang