LombokPost-Kelompok Hamas kembali mengingatkan pentingnya Israel untuk mematuhi poin-poin perjanjian gencatan senjata. Pernyataan itu disampaikan perwakilan Hamas di sela-sela perundingan kelanjutan gencatan senjata Israel-Hamas di Qatar.
Dilansir Al Jazeera Kamis (13/2), Juru Bicara Hamas Abdul Latif Al Qanou mengatakan, kelompok itu ingin mencegah perjanjian gencatan senjata Gaza gagal. ’’Kami tidak khawatir dengan gagalnya perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Kami bersemangat untuk melaksanakannya dan mewajibkan pendudukan (Israel) untuk melaksanakan sepenuhnya,’’ katanya dalam sebuah pernyataan.
Dia mengungkapkan, para mediator memberikan tekanan untuk menyelesaikan pelaksanaan penuh perjanjian tersebut, mewajibkan Israel untuk mematuhi protokol kemanusiaan, dan melanjutkan proses pertukaran sandera pada Sabtu.
Al Qanou menekankan bahwa bahasa ancaman dan intimidasi yang digunakan Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu tidak mendukung pelaksanaan perjanjian gencatan senjata.
Dari Rafah, Gaza, Reporter Al Jazeera Tareq Abu Azzoum melaporkan, ratusan truk bantuan kemanusiaan yang dikoordinasi PBB tengah antre berjejer. Mereka menunggu izin untuk memasuki Rafah dan penyeberangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) guna mengambil dan membawa lebih banyak bantuan ke Jalur Gaza.
Komponen utama dari perjanjian gencatan senjata saat ini adalah pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk bahan-bahan tempat tinggal seperti tenda dan rumah darurat. Bantuan itu penting untuk menampung ribuan keluarga pengungsi yang kehilangan rumah mereka. Rumah-rumah dan gedung di Gaza hancur akibat bom Israel.
’’Ini merupakan tuntutan utama Hamas, yang menuduh Israel sengaja menghalangi pengiriman tempat tinggal sementara dan masuknya alat berat,’’ sebut laporan itu. ’’Situasinya masih rapuh, tetapi masuknya alat berat dan rumah mobil akan memainkan peran penting dalam menstabilkan seluruh wilayah,’’ lanjut dia.
Dari Skotlandia, pendukung tim sepak bola Celtic menggelar protes lain terhadap tindakan Israel di Gaza selama babak playoff Liga Champions UEFA melawan Bayern Munich. Mereka mengibarkan bendera Palestina di tribun pada Rabu malam. Sementara itu, kelompok Brigade Hijau membentangkan spanduk besar bertulisan ’’Tunjukkan kartu merah kepada Israel’’. Spanduk itu mendesak badan pengatur sepak bola UEFA dan FIFA untuk menskors Israel dari kompetisi karena konflik tersebut.
Kelompok penggemar itu juga membagikan selebaran yang mendorong para pendukung untuk mengangkat kertas merah guna menuntut penangguhan Israel. Di sisi lain, UEFA belum berkomentar atas aksi para pendukung Celtic tersebut. (lyn/c7/bay/JPG/r3)
Editor : Rury Anjas Andita