LombokPost-Memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam dari berbagai penjuru dunia berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah.
Salah satu pengalaman spiritual yang paling berkesan adalah melaksanakan umroh di awal Ramadhan. Suasana Masjidilharam dipenuhi dengan lantunan doa dan zikir dari jutaan jamaah.
Bersama Muhsinin Tour and Travel perjalanan ibadah ini menjadi lebih lancar dan khusyuk, dimulai dari momen pertama menapakkan kaki di Kota Makkah.
Tiba di Makkah di Malam Jumat: Awal Perjalanan Penuh Keberkahan
Rombongan jamaah Travel Muhsinin kali ini tiba di Kota Makkah tepat pada malam Jumat, sebuah malam yang penuh berkah.
Setibanya di hotel, jamaah beristirahat sejenak sebelum bersiap menunaikan ibadah umrah. Dengan mengenakan pakaian ihram, ke 45 jamaah umrah Muhsinin Tour and Travel bergegas menuju Masjidilharam.
Rombongan dibimbing oleh Ustad Ari Suhaimi. Rombongan juga mendapat pelayanan spesial karena prosesi ibadah kali ini dikawal langsung oleh Ahmad Muharris beserta istri owner Muhsinin Tour and Travel.
Diiringi talbiyah yang terus menggema:
"Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika laa syarika laka Labbaik..."
Sesampainya di Masjidilharam, pemandangan Ka’bah yang berdiri megah di hadapan mata membuat hati bergetar.
Air mata haru tak terbendung saat pertama kali melihat kiblat umat Islam dari jarak dekat. Rasa lelah seketika sirna, digantikan dengan semangat untuk menyempurnakan ibadah umrah.
Menjalankan Tawaf: Putaran Penuh Makna di Sekeliling Ka’bah
Ibadah umrah diawali dengan tawaf, yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali. Meski Masjidilharam dipenuhi jamaah dari berbagai negara, suasana tetap terasa sakral dan menyejukkan.
Setiap langkah yang diayunkan membawa doa dan harapan, dengan keyakinan bahwa Allah sedang menyaksikan setiap usaha dan penghambaan.
Di antara putaran tawaf, jamaah sering kali berdoa dengan khusyuk di dekat Hajar Aswad, Multazam, dan Maqam Ibrahim. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk memohon ampunan, keberkahan, dan kemudahan dalam hidup.
Sa’i: Meneladani Kesabaran Siti Hajar
Setelah menyelesaikan tawaf dan melaksanakan salat sunnah di dekat Maqam Ibrahim, jamaah melanjutkan ibadah dengan Sa’i, yaitu berjalan dan berlari kecil bagi jemaah laki-laki, diantara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Ritual ini mengingatkan umat Islam pada kisah perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail.
Di tengah perjalanan Sa’i, meskipun tenaga mulai terkuras, semangat tetap terjaga. Banyak jamaah yang menangis dalam doa, menghayati makna kesabaran dan tawakkal yang diajarkan dalam ibadah ini.
Setelah menyelesaikan Sa’i, ibadah umrah diakhiri dengan tahallul, yaitu mencukur atau memotong rambut sebagai simbol penyucian diri.
Dengan ini, jamaah telah menuntaskan rukun umrah dan merasakan kebahagiaan luar biasa karena telah menyempurnakan salah satu ibadah yang sangat istimewa.
Shalat Jumat di Masjidilharam: Keistimewaan Awal Ramadhan
Hari pertama di Makkah menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan hari Jumat di awal bulan Ramadan.
Para jamaah Travel Muhsinin mendapatkan kesempatan langka untuk melaksanakan salat Jumat di Masjidilharam, sebuah pengalaman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Sejak pagi, area Masjidilharam sudah dipenuhi oleh lautan manusia yang ingin merasakan keutamaan salat Jumat di tempat paling suci bagi umat Islam.
Lantunan khutbah Jumat yang menggema dari imam Masjidilharam menggetarkan hati, mengingatkan tentang keutamaan Ramadan, pentingnya taqwa, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Salat Jumat di Masjidilharam memberikan ketenangan batin yang luar biasa. Sujud di atas lantai atau sejadah yang sama dengan jutaan umat Islam dari seluruh dunia menjadi momen yang sangat berharga, menguatkan rasa persaudaraan sesama Muslim.
Kenikmatan Berbuka Puasa di Masjidilharam
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah berbuka di Masjidilharam, di mana kebersamaan terasa begitu erat.
Di sepanjang pelataran masjid, deretan kurma, air zam-zam, roti, dan minuman rempah khas arab gahwa dan na'-na' dibagikan ke para jamaah yang berpuasa.
Ketika adzan Magrib berkumandang, serempak seluruh jamaah menikmati hidangan berbuka yang penuh berkah.
Sungguh, berbuka di Masjidilharam memberikan sensasi yang tak tergantikan—kesederhanaan dalam hidangan, tetapi penuh kenikmatan spiritual yang luar biasa.
Setelah berbuka dan melaksanakan salat Magrib, jamaah melanjutkan ibadah dengan salat Isya dan Tarawih yang penuh kekhusyukan.
Lantunan ayat suci Alquran dari imam Masjidilharam menambah syahdu suasana, menggetarkan hati setiap jamaah yang hadir.
Awal Perjalanan Spiritual yang Menggugah Jiwa
Ibadah umrah di awal bulan Ramadan bersama Muhsinin Tour and Travel menjadi pengalaman spiritual yang tak terlupakan.
Hari pertama di Tanah Suci penuh dengan perjalanan ibadah yang menyentuh hati—mulai dari tawaf, Sa’i, shalat Jumat, hingga nikmatnya berbuka puasa di Masjidilharam.
Dengan pelayanan yang profesional dan bimbingan dari Muhsinin Tour and Travel, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Ramadan di Tanah Suci bukan sekadar perjalanan, tetapi sebuah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih keberkahan yang tak ternilai.
Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman luar biasa ini, Muhsinin Tour and Travel siap menemani setiap langkah perjalanan spiritual Anda.
Semoga Allah memudahkan niat dan langkah kita untuk beribadah di Tanah Suci. Aamiin.(***)
Editor : Alfian Yusni