Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puncak Arus Mudik Diprediksi 28 Maret Dinilai Berpotensi Mengganggu Kelancaran Lalu Lintas, Operasional Angkutan Barang dan Bahan Bangunan Dibatasi

nur cahaya • Rabu, 12 Maret 2025 | 12:46 WIB

 

 

ANGKUTAN PENYEBERANGAN: Puluhan armada telah disiapkan PT ASDP di Pelabuhan Penyeberangan Kayangan-Poto Tano untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2025.
ANGKUTAN PENYEBERANGAN: Puluhan armada telah disiapkan PT ASDP di Pelabuhan Penyeberangan Kayangan-Poto Tano untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2025.

 

 

 

LombokPost-Pemprov NTB bersama stakeholder terkait mulai melakukan persiapan mudik Lebaran 2025. “Kita sudah memetakan dulu kesiapan dari masing-masing mitra, mulai dari laut, darat, dan udara. Stakeholder perhubungan kan banyak,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Lalu Mohamad Faozal saat ditemui Selasa (11/3).

Untuk transportasi udara dan infrastrukturnya, Dishub NTB telah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura. “Dari hasil komunikasi kami, mereka sampaikan sudah bersiap, begitu juga dengan kapasitas bandara sangat cukup untuk bisa menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Idulfitri,” jelasnya.

Mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang ditandatangani Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, libur dan cuti bersama Lebaran 2025 berlangsung selama 11 hari, mulai 28 Maret-7 April. “Ini lumayan panjang masa liburnya,” imbuh Faozal.

Untuk itu, terkait extra flight, Dishub NTB masih berkomunikasi dengan PT Angkasa Pura. Terutama extra flight untuk rute-rute ‘gemuk’ dari dan menuju Lombok. Seperti Jakarta, Surabaya dan Bali. “Kalaupun ada peningkatan kita harus siapkan extra, ini kita terus komunikasikan,” kata dia.

Untuk transportasi laut, mantan kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB ini mengungkapkan, di pelabuhan penyeberangan yang dikelola ASDP sudah siap melayani penumpang mudik.

Seperti rute Lembar – Padang Bai, Bali dilayani oleh 24 armada. Lembar – Jangkar, Situbondo, dilayani tiga armada. “Kalau bicara kebutuhan, saya kira bisa tercover karena Jangkar adalah rute rintisan ke Situbondo,” ujarnya.

Di pelabuhan penyeberangan Kayangan – Poto Tano, pemudik akan dilayani 26 armada. “Kapasitas seat dan angkut kita sangat cukup untuk menghadapi lebaran,” tambah Faozal.

Terakhir, di Pelabuhan Penyeberangan Sape, Bima menuju Labuhan Bajo NTT, akan dilayani oleh dua armada kapal. “Karena jarak tempuhnya enam jam dan ketersediaan kapal terbatas,” ujar Faozal.

Untuk pelabuhan penyeberangan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yakni Gili Mas juga demikian. Untuk rute Gili Mas menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi dilayani oleh empat armada kapal dengan kapasitas yang sangat cukup.

Sedangkan Gili Mas menuju Tanjung Perak, Surabaya dilayani oleh enam armada kapal. “Rata-rata kapal sudah dilakukan ramp check dan siap,” kata Faozal.

Untuk kesiapan sarana dan prasarana di pelabuhan, dirinya sudah meninjau langsung ke lapangan. Pembenahan fasilitas sudah dilakukan, serta standar pelayanan minimal juga siap diterapkan. “Misalnya di pelabuhan Poto Tano kemarin ada yang lubang-lubang sudah kita tutup secara bertahap, mudah-mudahan segera selesai,” ujarnya.

Di sisi lain, berkaitan dengan kesiapan jalur darat. Dishub NTB telah membuat surat imbauan yang ditanda tangani oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Imbauan itu ditujukan kepada angkutan barang dan bahan bangunan, untuk sementara waktu berhenti beroperasi. Mulai dari H-7 sampai H+3 Lebaran 2025.

“Untuk angkutan logistik, kita tidak batasi, kita atur lagi jam operasionalnya, dari jam 9 malam sampai jam 4 pagi, ini lebih cepat, biasanya tahun lalu sampai jam 6 pagi, karena kita memperhatikan ada kemungkinan banyak pergerakan di malam dan pagi hari, makanya ini kita atur geraknya,” jelasnya.

Selama persiapan mudik Lebaran 2025, Dishub NTB juga menaruh atensi untuk penanganan sejumlah persoalan di jalan raya. Seperti melakukan manajemen rekayasa lalu lintas pada ruas dan persimpangan yang menjadi titik konflik kemacetan.

Pendirian posko dan pengaturan lalu lintas di setiap simpul-simpul transportasi yang memungkinkan terjadi konflik kemacetan lalu lintas pada mudik Lebaran serta yang lainnya, akan segera dibahas dengan stakeholder terkait secara terperinci. “Nanti kita bahas lebih rinci lagi,” tandasnya.

Terpisah, General Manager (GM) PT ASDP Cabang Lembar Agus Djoko Triyanto mengungkapkan mudik Lebaran 2025 dari Lembar menuju Padang Bai cukup istimewa karena berhimpitan dengan Hari Raya Nyepi.

“Mengenai hal ini, kami masih menunggu surat keputusan Gubernur Bali atau pihak terkait, mengenai penerapan penghentian sementara operasional untuk pelabuhan Padang Bai,” kata dia.

      Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap situasi lalu lintas penyeberangan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat atau pengguna jasa transportasi laut, agar melakukan mudik lebih cepat, atau sebelum mendekati perayaan Nyepi.

“Kalau bisa sebelum tanggal 27 dan 28 Maret kami harapkan sudah menyeberang ya,” tandasnya.

Antisipasi Titik Rawan Bencana

Sementara itu, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 393 posko mudik yang tersebar di seluruh Indonesia. Posko-posko tersebut ditempatkan di titik-titik rawan bencana, baik di tol maupun jalan nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi 660 titik rawan longsor dan 298 titik rawan banjir di berbagai wilayah Indonesia. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan lebih dari 440 alat berat dan 137 titik material yang siap digunakan untuk mengantisipasi potensi bencana.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret dengan jumlah pemudik sekitar 16,85 juta orang atau 11,5 persen dari total pemudik. Menurut hasil survei, moda transportasi yang akan digunakan selama mudik Lebaran 2025 didominasi mobil pribadi. Jumlahnya sekitar 23 persen atau 33,69 juta orang. Diikuti bus (16,9 persen), kereta api (16,1 persen), pesawat (13,5 persen), dan motor (8,7 persen).

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, pihaknya akan membuka sembilan ruas jalan tol khusus untuk mendukung arus mudik. Sembilan ruas ini secara total memanjang sekitar 192,85 km yang terdiri atas 18 tempat peristirahatan. ”Sembilan ruas jalan tol khusus ini terdiri atas empat ruas tol operasional tanpa tarif dan lima ruas tol fungsional,” tuturnya.

Selain membuka sembilan ruas jalan tol khusus, dia juga telah berdiskusi dengan badan usaha jalan tol (BUJT) terkait beberapa hal. Mulai peningkatan standar pelayanan minimal (SPM) hingga penerapan diskon tarif tol 20 persen. ”Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami juga bekerja sama dengan BUJT telah memberlakukan tarif tol 20 persen pada 17 ruas tol di seluruh Indonesia,” jelasnya. Nantinya diskon tarif tol ini akan diberlakukan untuk seluruh golongan kendaraan.

Adapun 17 ruas tol yang akan mendapatkan diskon Lebaran ini adalah Tangerang–Merak, Jakarta–Cikampek, MBZ, Cikampek–Palimanan, Palimanan–Kanci, Kanci–Pejagan, Pejagan–Pemalang, Pemalang–Batang, Batang–Semarang, dan Semarang ABC di Pulau Jawa.

Untuk Sumatera, ruas tol yang menerapkan diskon meliputi ruas tol Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Segmen Tebing Tinggi–Sinaksak, Pekanbaru–Dumai, Indralaya–Prabumulih, Kayuagung–Palembang, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung, dan Bakauheni–Terbanggi Besar.

Disinggung soal periode penerapan, Dody tak memberi jawaban pasti. Dia mengaku masih mendiskusikan detailnya dengan Kementerian Perhubungan. (yun/lyn/mia/idr/oni/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#Diprediksi #mudik #pekerjaan #perhubungan #Peningkatan #skb #pemprov #NTB #Dishub #Dispar