Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pejabat Diimbau Tidak Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik, Stok BBM, Gas, dan Listrik Dijamin Aman

nur cahaya • Selasa, 18 Maret 2025 | 14:29 WIB
SIAP BERANGKAT: Beberapa penumpang telah duduk manis di atas bus di Terminal Mandalika, untuk menuju kampung halamannya, Kamis (13/3) mudik beberapa waktu lalu. 
SIAP BERANGKAT: Beberapa penumpang telah duduk manis di atas bus di Terminal Mandalika, untuk menuju kampung halamannya, Kamis (13/3) mudik beberapa waktu lalu. 

LombokPost-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau pejabat tidak menggunakan fasilitas negara saat momen mudik.

Pesan tersebut tidak hanya untuk di Kemenag, tetapi juga institusi pemerintahan secara umum.

”Kalau pulang kampung, gunakan kendaraan pribadi saja,” ucapnya.

Nasaruddin menjelaskan, sejak awal menjadi pejabat negara, dirinya telah menyatakan tidak akan menggunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi. Termasuk mobil dan rumah dinas.

Dia mengatakan sudah 12 tahun jadi pejabat di Kemenag. Mulai Dirjen Bimas Islam, wakil menteri agama, sampai sekarang menteri agama.

"Saya selalu berhati-hati dalam menggunakan fasilitas negara. Seperti tidak menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, termasuk membawa keluarga atau saudara,” ujarnya.

Bahkan dia memilih tidak tinggal di rumah dinas karena khawatir tamu-tamu pribadinya menggunakan fasilitas negara seperti listrik dan air.

 Baca Juga: Ketahuan Lakukan Aborsi, Mahasiswi di Mataram dan Pacarnya Ditangkap Polisi

Pasokan BBM, Gas, dan Listrik

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), gas, dan listrik dalam kondisi aman selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati menuturkan, ketahanan stok seluruhnya dijaga pada kisaran 19–21 hari. Sedangkan LPG diperkirakan aman di kisaran 11 sampai 13 hari.

Erika memerinci, pada periode Lebaran, konsumsi pertalite diperkirakan naik 11,7 persen, pertamax 11,2 persen, dan biosolar turun 16,2 persen dibandingkan kondisi normal. Untuk avtur, konsumsi harian diperkirakan naik 7,3 persen.

’’Peningkatan konsumsi harian BBM selama Idul Fitri untuk bensin atau gasolin dengan konsumsi terbesar pertalite sekitar 11,7 persen, kemudian pertamax 11,2 persen,’’ ujarnya pada konferensi pers di Jakarta Senin (17/3).

Selama periode Lebaran, BPH Migas dan Pertamina menyiapkan 125 terminal BBM, 7.746 SPBU, dan 70 DPPU. Juga disiagakan fasilitas tambahan di wilayah dengan permintaan tinggi.

Erika mengatakan, pihaknya memprediksi adanya kenaikan penyaluran gas LNG sebesar 53,2 persen jika dibandingkan realisasi periode mudik Lebaran 2024.

Karena itu, pihaknya bersama Pertamina dan Ditjen Migas Kementerian ESDM menyiagakan 40 terminal elpiji, 731 SPPBE, dan 6.517 agen elpiji selama periode mudik Lebaran tahun ini.

’’Prognosa ketahanan stok elpiji nasional dalam kondisi aman dengan coverage day pada kisaran rata-rata 11–13 hari,’’ ujar Erika.

Dia memastikan kondisi stok itu akan dipertahankan tetap stabil. Caranya dengan mempersiapkan agen dan pangkalan yang siaga 24 jam, khususnya di wilayah dengan demand yang tinggi.

Dari sisi kelistrikan, prognosis pasokan tenaga listrik di sistem kelistrikan Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Indonesia Timur juga dalam kondisi aman.

Erika menyebut, pada 31 Maret 2025 atau 1 Syawal 1446 Hijriah, sistem ketenagalistrikan nasional memiliki daya mampu pasok sebesar 53.977 mw dengan beban puncak 33.517 mw.

’’Cadangan daya masih tersedia sebesar 20.460 mw atau 61,05 persen. Namun, beban puncak pada hari pertama Idul Fitri meningkat 7,38 persen dibandingkan 2024 dan menurun 29,10 persen dibandingkan hari-hari normal,’’ ujarnya.

Stok BBM di SPBU swasta juga dipastikan tetap terjaga. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebutkan, pemerintah telah memberikan seluruh perizinan impor yang dilakukan oleh badan usaha swasta.

’’Kami sudah memberikan perizinan bagi impor BBM untuk jangka waktu tiga bulan. Beberapa waktu lalu terkendala administrasi, tapi seharusnya untuk persiapan Idul Fitri ini tidak ada masalah,’’ ujarnya pada kesempatan yang sama.

Yuliot menambahkan, pemerintah bahkan telah memberikan perizinan impor BBM pada badan usaha swasta selama tiga bulan ke depan.

Hal itu diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang memilih mengonsumsi BBM swasta untuk kendaraannya.

’’Badan usaha swasta juga bisa menyediakan stok untuk kebutuhan masyarakat untuk periode Lebaran,’’ jelasnya.

 Baca Juga: Astra Motor NTB Gelar Safari Ramadan Servis Kunjung

Perketat SOP

Pada bagian lain, Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur saat rapat dengan Komisi VI DPR Senin (17/3) menjelaskan berbagai langkah yang telah disiapkan untuk mendukung perjalanan para pemudik.

Mulai memperketat standard operating procedure (SOP) hingga penambahan sarana pengatur lalu lintas seperti rambu, lampu, dan markah jalan.

”Kami juga menyiagakan kendaraan layanan lalu lintas seperti derek dan crane per kilometer untuk meminimalkan gangguan lalu lintas,” jelasnya.

Dalam hal pengawasan, Jasa Marga akan melakukan safety patrol setiap 30 menit untuk memastikan situasi lalu lintas tetap aman dan terkendali.

Di samping itu, teknologi canggih juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pengaturan lalu lintas.

”Kami telah menyiapkan 36 unit CCTV untuk mendeteksi insiden secara real-time. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan BMKG untuk memberikan informasi cuaca yang dapat memengaruhi kondisi lalu lintas,” ungkap Subakti. (idr/wan/lyn/dee/oni)

Editor : Kimda Farida
#kendaraan #mudik #DPRD #pasokan #Listrik #BBM #jasa marga