Rinjani Zero Waste Berhasil Tekan 90 Persen Sampah di Taman Nasional Gunung Rinjani
Umar Wirahadi• Jumat, 4 April 2025 | 18:39 WIB
BERSIH TANPA SAMPAH: Suasana kawasan Gunung Rinjani yang bersih dari tumpukan sampah plastik. Tampak para pendaki mendirikan tenda sebelum naik ke puncak Rinjani, Jumat (4/4).
LombokPost-Hari pertama pembukaan jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) langsung disambut antusiasme pengunjung yang luar biasa.
Para pendaki sudah lama menantikan kesempatan ini. Selain cuaca yang bersahabat, pembukaan perdana Kamis (3/4) terasa spesial dengan program keberlanjutan yang digagas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).
Yaitu peluncuran program Go Rinjani Zero Waste 2025. Kampanye ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam di atas Gunung Rinjani.
"Program ini sangat bagus. Tanpa sampah pemandangan di atas Rinjani akan lebih indah," kata Nurmala, pendaki asal Malaysia saat memberikan testimoni.
Novia Farella, pendaki asal Bandung mengapresiasi terobosan BTNGR yang meluncurkan program Go Rinjani Zero Waste 2025.
Menurutnya, kampanye itu sangat positif dalam menghilangkan sampah plastik di atas gunung.
Dia juga memeragakan proses packing sejumlah bahan makanan yang dibungkus plastik dengan diganti wadah berupa tupperware.
"Mi instan dan snack saya packing ulang. Bungkus plastik dibuang, sekarang saya simpan di bawah piring plastik," ujar Novia.
Kepala Pengendali Ekosistem Hutan BTNGR Budi Soesmardi mengatakan para pendaki diharapkan tidak meninggalkan jejak ekologis dengan membawa kembali sampah mereka selama pendakian.
"Bukan hanya pendaki tapi juga para porter dan guide yang dipekerjakan trekking organizer kami minta disiplin soal sampah," kata Budi.
Rinjani Zero Waste 2025 adalah program pewadahan ulang terhadap makanan-makanan yang menggunakan bahan bungkus plastik, kaleng dan streofoam. Diganti dengan wadah yang ramah lingkungan.
"Sehingga barang-barang yang dibungkus plastik bisa diminimalisir dari bawah sebelum mendaki," ujar Budi.
Selama ini, jelas dia, persoalan sampah merupakan masalah lingkungan utama di atas kawasan konservasi Rinjani. Banyak sampah plastik dan bekas makanan kaleng menumpuk. Kondisi ini menimbulkan persoalan lingkungan yang serius.
"Biasanya tumpukan sampah berbanding lurus dengan jumlah pendaki. Pendaki naik tumpukan sampah juga makin banyak," ungkapnya.
Nah, melalui program Rinjani Zero Waste 2025, persoalan sampah menjadi berkurang. Dari hasil evaluasi selama dua hari, Kamis-Jumat (3-4/4), papar Budi, volume sampah bisa berkurang sampai 90 persen.
"Tinggal 10 persen pendaki yang belum tahu. Kita terus lakukan edukasi pentingnya menjaga kebersihan alam menjadi fokus utama," tandas Budi Soesmardi. (mar)