Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hari Buruh Internasional Mengenang Perjuangan dan Menguatkan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Alfian Yusni • Kamis, 1 Mei 2025 | 09:07 WIB

 

Hari Buruh
Hari Buruh

LombokPost - Hari ini, 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day.

Sebuah momentum bersejarah yang menjadi simbol perjuangan panjang para pekerja dalam memperjuangkan hak dan keadilan di tempat kerja.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, Hari Buruh tidak sekadar seremonial, melainkan juga refleksi atas kondisi buruh saat ini dan harapan ke depan.

Peringatan Hari Buruh bermula dari aksi besar-besaran kaum buruh di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886.

Pada saat itu, ada tiga organisasi pekerja yang mengorganisir protes: Knights of Labor, Federation of Organized Trades and Labor Unions, dan International Workingmen's Association yang juga dikenal sebagai First International.

Dalam beberapa hari, demonstrasi dan mogok kerja menyebar ke seluruh Amerika Serikat, termasuk kota-kota besar seperti Chicago, New York, dan Boston.

Ribuan buruh turun ke jalan menuntut pengurangan jam kerja dari 12-16 jam per hari menjadi 8 jam.

Aksi damai ini terjadi di Chicago, namun berujung ricuh saat polisi membubarkan massa dengan kekerasan, menyebabkan korban jiwa.

 

Photo
Photo

 

 

 

Empat orang demonstran dan tujuh polisi tewas dalam bentrokan tersebut.

Pasca insiden ini, banyak pekerja dan aktivis hak-hak pekerja yang ditangkap dan dipenjara. Seajarah Hari Butuh berlanjut pada tahun 1889.

Sebuah konferensi internasional di Paris diadakan untuk memperingati perjuangan para pekerja dan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja.

Peristiwa itu dikenang sebagai Tragedi Haymarket dan memicu gelombang solidaritas internasional.

Pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.

Ini dilakukan untuk menghormati perjuangan mereka dan memperkuat gerakan buruh di seluruh dunia.

Parade peringatan Hari Buruh yang Pertama Kali. (Foto : istimewa)
Parade peringatan Hari Buruh yang Pertama Kali. (Foto : istimewa)

Di Indonesia, Hari Buruh sudah diperingati sejak zaman Hindia Belanda.Namun, sempat dilarang selama rezim Orde Baru karena dianggap berbau komunisme.

Baru pada tahun 2013, pemerintah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi besar kaum pekerja dalam pembangunan bangsa.

Baca Juga: Tiongkok Lirik NTB untuk Investasi Pertambangan, Perdagangan dan Pariwisata

Hari Buruh bukan hanya untuk mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi kondisi pekerja masa kini.

Isu upah layak, jaminan sosial, perlindungan kerja, hingga tantangan buruh di era digital dan otomatisasi, menjadi perhatian serius.

Peringatan ini juga menjadi ajakan bagi pemerintah, pengusaha, dan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat dialog sosial, menjamin hak-hak pekerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang adil dan manusiawi.(***)

 

Editor : Alfian Yusni
#hari buruh #Buruh #Pekerja