LombokPost - Sebuah momen mengharukan terjadi di layar kaca saat Githa Maharkesri menyampaikan salam perpisahannya dari program Kompas TV, Sport Pagi.
Program ini merupakan program yang telah menemaninya selama hampir 12 tahun.
Dengan mata berkaca-kaca, Githa Maharkesri menyampaikan ucapan terakhirnya yang langsung menyentuh hati para penonton setia.
“Tak terasa, inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi selama hampir 12 tahun,” ujar Githa Maharkesri dengan suara bergetar, menahan haru.
Video perpisahan ini pun cepat viral di media sosial, menjadi perbincangan hangat publik.
Banyak yang merasa kehilangan dengan berakhirnya program olahraga pagi yang telah menjadi bagian dari rutinitas mereka.
Kabar mengenai pemutusan hubungan kerja massal di Kompas TV belakangan memang santer terdengar.
Diduga, Kompas Sport Pagi menjadi salah satu program yang terkena imbas dari restrukturisasi besar-besaran tersebut.
Meski belum ada kepastian apakah Githa ikut terdampak, namun kesedihannya begitu nyata dan mengundang simpati.
“Kami bangga pernah jadi bagian dari rutinitas Anda. Keep sporty dan stay healthy,” tutup Githa Maharkesri sambil tersenyum dalam kesedihan.
12 Tahun Mengabdi, Githa Bukan Sekadar Presenter
Githa bukan sosok baru di dunia penyiaran. Ia telah bergabung dengan Kompas TV sejak 2013 dan tidak hanya tampil sebagai presenter, tapi juga produser program olahraga yang ia bawakan.
Konsistensinya selama lebih dari satu dekade menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik televisi.
Tak hanya itu, antara 2017 hingga 2020, Githa dipercaya menjadi Indepth Journalist.
Kemudian sejak awal 2021, ia memegang kendali sebagai produser program investigatif Berkas Kompas.
Sebelum Kompas TV, Githa lebih dulu mengasah pena sebagai Redaktur di Tabloid FEMME, sebuah media perempuan di bawah naungan PT Kelompok Media Peluang, selama hampir tiga tahun.
Jurnalis dengan Otak Encer dan Jiwa Tangguh
Githa merupakan lulusan STMIK Widuri, jurusan Teknologi Informasi, dengan IPK nyaris sempurna: 3,94.
Berdasarkan tahun masuk kuliah, 2006, ia diperkirakan lahir pada 1988 dan kini berusia 37 tahun.
Sebagai jurnalis, Githa juga aktif meningkatkan kapasitasnya.
Salah satu pelatihan yang pernah ia ikuti adalah Pelatihan Jurnalisme Investigasi oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia pada 2022, membuktikan bahwa ia tak hanya cakap di depan kamera, tapi juga tajam dalam penulisan mendalam.
Kini, publik menanti kabar selanjutnya: apakah Githa akan melanjutkan karier di dunia jurnalistik, atau memilih jalur baru?
Apa pun itu, kisahnya di Kompas Sport Pagi telah menjadi bagian dari sejarah televisi olahraga Indonesia. (***)
Editor : Alfian Yusni