Netizen Rekap Kasus Keracunan MBG di Indonesia, Ada Seribu Lebih Siswa Disebut Jadi Korban

Kimda Farida • Dipublikasikan Selasa, 6 Mei 2025 | 15:46 WIB
ilustrasi Makan Bergizi Gratis
ilustrasi Makan Bergizi Gratis

LombokPost--Presiden Prabowo Subianto mengklaim kesuksesan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia rerata mencapai 99,99 persen.

Program ini digulirkan di sejumlah sekolah mulai jenjang TK sederajat hingga SMA sederajat.

Prabowo menyebut, siswa yang rawat inap karena faktor keracunan dan lain sebagainya di program MBG hanya 5 orang.

"Jadi bisa dikatakan yang keracunan sejumlah 200 orang, itu 200 dari 3 koma sekian juta kalau tidak salah adalah 0,005 persen. Berarti keberhasilannya adalah 99,99 persen,” klaim Prabowo saat memberi penyampaian di Istana Kepresidenan, Senin (5/5).

Namun fakta berbeda justru diungkapkan sejumlah warganet.

Berdasarkan data di lapangan, warganet menyebut ada sekitar seribu lebih siswa di Indonesia yang menjadi korban keracunan program MBG.

Kasus keracunan MBG yang berhasil direkap, pertama terjadi di Nganjuk, Jawa Timur pada 2 Oktober 2024.

Sebanyak 7 siswa SDN Banaran, Kertosono disebut mengalami muntah dan diare setelah makan menu MBG.  

Baca Juga: Delapan Momok Gangguan Kesehatan bagi Wanita, Jangan Sampai Terlambat Menyadari!

Kemudian di Nunukan, Kalimantan Utara pada 13 Januari 2025.

Sebanyak 30 siswa SDN 003 dan SMAN 2 Nunukan Selatan mengalami mual dan diare setelah makan ayam kecap MBG.

Kasus ketiga di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 16 Januari 2025 dengan korban 40 siswa SDN Dukuh 03 yang keracunan setelah mengonsumsi ayam tepung MBG.  

Ada juga di Waingapu, Nusa Tenggara Timur pada 18 Februari 2025.

Sebanyak 29 siswa SDK Andaluri, Sumba Timur mengalami mual dan muntah setelah makan menu MBG.  

MBG di Pandeglang, Banten juga tercatat terjadi kasus keracunan pada 19 Februari 2025. 

40 siswa SDN 2 Alaswangi, Menes keracunan setelah makan nasi, ayam, buncis, tempe, semangka dari MBG.  

Di wilayah Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan juga terjadi peristiwa serupa pada 26 Februari 2025.

Korbannya  12 siswa SD di Kecamatan Mangarabombang yang terpaksa dilarikan ke puskesmas usai makan menu MBG.  

Baca Juga: Gubernur NTB Gelar Rapat Darurat dengan Bupati Lobar dan Walikota Mataram guna Atasi Polemik Pembuangan Sampah

Kemudian di Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang terjadi pada 14 Apr 2025 dengan jumlah korban 60 siswa dari TK–SMP di 8 sekolah.

Mereka mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG.  

Di Cianjur, Jawa Barat keracunan terjadi pada 22 Apr 2025 menimpa 78 siswa dari dua sekolah.

Dinas kesehatan setempat bahkan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas peristiwa keracunan massal menu MBG ini.

Kemudian, kasus keracunan menu MBG terjadi Bombana, Sulawesi Tenggara pada 23 Apr 2025.

Sebanyak 13 siswa SDN 33 Kasipute dilaporkan mengalami muntah dan sakit perut setelah mengonsumsi ayam tepung MBG.  

Baca Juga: Ternyata 12 Lapangan Usaha Ini yang Bikin Ekonomi NTB Kontraksi di Triwulan I Tahun 2025

Keracunan menu MBG terjadi di wilayah Bandung, Jawa Barat pada 29 April 2025.

Sebanyak 342 siswa SMPN 35 Bandung mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG yg diduga sudah basi.

Terakhir, kasus keracunan menu MBG terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 30 April 2025.

Sebanyak 400 siswa di SDN 2 dan SMPN 1 Rajapolah mengalami gejala mual, muntah, diare.

Bahkan 19 di antaranya dirawat di puskesmas. (ksj)

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : twitter
Makan Bergizi Gratis keracunan mbg